Kompas.com - 12/09/2015, 09:43 WIB
Beasiswa adalah salah satu harapan bagi mereka yang berprestasi namun tak punya biaya cukup untuk melanjutkan ke universitas THINKSTOCKPHOTOSBeasiswa adalah salah satu harapan bagi mereka yang berprestasi namun tak punya biaya cukup untuk melanjutkan ke universitas
|
EditorLatief

Jody terbilang tepat waktu dalam menyelesaikan pendidikannya. Beasiswa dari Yayasan Toyota dan Astra menghantarkannya menjadi seorang sarjana dalam kurun waktu empat tahun saja.

Beasiswa jadi "tiket" meraih cita-cita

Bagi kalangan tertentu, mengecap pendidikan tinggi masih hanya sebatas mimpi. Namun, jika punya semangat pantang menyerah, ternyata banyak anak muda yang sukses meraihnya di tengah-tengah keterbatasan. Sosok Raeni dan Jody seolah membuktikan bahwa tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.

Studi Hassler pada 2007 menemukan bahwa masyarakat yang memiliki kemudahan akses pada pendidikan memiliki kesempatan dalam social upward mobility (meningkatkan status sosial) yang lebih baik secara ekonomi. Hal ini terasa tepat bila dikaitkan dengan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini.

Beasiswa seolah menjadi harapan bagi generasi unggul yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi. Dengan demikian, pandangan bahwa bangku pendidikan hanya bisa dinikmati anak-anak dari kalangan menengah ke atas akan semakin sirna.

Sejauh ini, manfaat beasiswa memang dirasa dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi jauh lebih baik. Namun, perlu ada kepekaan juga dari semua kalangan, baik masyarakat, industri, maupun pemerintah. Gerakan bahu-membahu menggali potensi anak-anak kurang mampu sebaiknya bisa digenjot kembali agar bibit-bibit unggul bangsa bisa tersalurkan potensinya.

"Jika dilihat perkembangan suatu bangsa, negara atau dalam perkembangan industri atau apa pun itu, manusia adalah penggerak yang utama. Nah, pengembangan manusia ini didapatkan melalui pendidikan," ujar I Made Tangkas, Direktur Corporate and External Affair Directorate PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Rabu (2/9/2015) di Jakarta.

"SDM yang kuat dan kokoh itu ada karena mereka mempunyai pendidikan yang cukup, pemahaman dan kompetensi, juga motivasi mau menjalankan regulasi dan aturan," tuturnya.

Berbicara tentang jangkauan, Yayasan Toyota dan Astra sendiri sudah memberi beasiswa di berbagai tingkat pendidikan, dari mulai SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Bahkan, beasiswa diberikan tidak hanya kepada siswa, tapi juga kepada peneliti, guru, dosen, dan tenaga pengajar lain. Hingga awal 2014, sudah sebanyak 92.713 beasiswa diberikan. Mulai dari Sumatera sampai Papua.

Ia juga menambahkan, sejauh ini persyaratan penerima beasiswa untuk tingkat SD, SMP, dan SMA tidak terlalu ketat. Dua syarat utamanya adalah berprestasi dan memiliki keterangan bahwa orang tua mereka tidak mampu.

Tanggung jawab dalam membangun pendidikan anak-anak bangsa tak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah saja. Hal ini membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk masyarakat dan industri sebagai penyerap tenaga kerja.

Harapannya, pendidikan bukan lagi menjadi barang mahal yang hanya bisa dikonsumsi kalangan menengah ke atas. Namun, sesuai amanat UUD 1945, setiap warga berhak mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.