Abad 21, Indonesia Wajib Cetak Guru "Melek" Teknologi

Kompas.com - 07/10/2015, 18:34 WIB
Duta Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (kiri) dan Managing Director Binus Stephen Wahyudi Santoso (kanan). DOK. BINUS UNIVERSITYDuta Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (kiri) dan Managing Director Binus Stephen Wahyudi Santoso (kanan).
|
EditorLatief


KOMPAS.com - Binus University berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Inggis mengadakan seminar tentang penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran kelas yang lebih kreatif dan modern. Sekitar 60 peserta dari 37 perwakilan Sekolah Menengah Atas di Jakarta berkumpul di Kampus Binus Anggrek, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

"Mengembangkan kualitas pendidikan kelas satu menjadi sangat penting bagi Indonesia demi meraih potensi bangsa sepenuhnya," tutur Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia.

Dalam seminar tersebut, peserta diperkenalkan dengan metode-metode mengajar kreatif yang bisa diaplikasikan dalam proses belajar mengajar. Salah satunya dengan memanfaatkan infografis.

"Infografis merupakan representasi dari informasi, data, atau ilmu pengetahuan dengan konsep visual yang terdiri dari teks dan gambar ilustrasi," ujarc Digital Media Development Manager Binus Danu Widhyatmoko yang menjadi instruktur pada sesi pembuatan infografis bagi peserta seminar.

Menurut Danu, salah satu kunci pengajaran modern dan efektif adalah dengan menyederhanakan informasi-informasi rumit sehingga mudah dicerna siswa.

"Awalnya, kita sering mendengar curhatan para guru yang pernah bekerja sama dengan Binus. Mereka ada di Jakarta, tapi kurang akses terhadap teknologi dan informasi," ujar Risa R Simanjuntak, Head of English Department Binus merangkap pemimpin proyek seminar tersebut.

Dia mengatakan, kualitas lulusan perguruan tinggi tak lepas dari fondasi yang telah dibentuk saat pendidikan dasar, menengah, dan atas. Saat ini saja, menurut Risa, kualitas pendidikan SMA belum merata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau kita lihat dari peneriamaan mahasiswa tiap tahunnya, juara satu dari tiap sekolah ternyata beda-beda juga kualitasnya, padahal sama-sama juara satu," kata Risa.

Karena itu, Risa menyimpulkan, kualitas para pendidik juga perlu ditingkatkan. Niat baik ini lalu mendapat respon positif dari Kedutaan Inggris. Dengan dukungan program The Chevening Alumni Project (CAP) Fund, seminar ini dapat terlaksana.

"Melalui kolaborasi yang harmonis ini, saya berharap kegiatan CAP Fund mampu melengkapi guru dan pendidik dengan wawasan dan pengalaman berharga mengenai tren terkini di (dunia) pendidikan dan pengajaran," ucap Rektor Binus University Prof Harjanto Prabowo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.