Kuliah ke Belanda? Duit Darimana...

Kompas.com - 09/10/2015, 10:44 WIB
Selama periode 2000-2014 alumni beasiswa StuNed tercatat mencapai 1.746 mahasiswa. Sementara untuk beasiswa short course sebanyak 1.455. M Latief/KOMPAS.comSelama periode 2000-2014 alumni beasiswa StuNed tercatat mencapai 1.746 mahasiswa. Sementara untuk beasiswa short course sebanyak 1.455.
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Belanda merupakan salah satu destinasi studi favorit di dunia. Tahun 2012-2013 saja, ada sekitar 90.500 mahasiswa dari berbagai benua menempuh studi gelar di sana. Selain kualitas pendidikannya sudah diakui secara internasional, perguruan tinggi di Belanda juga menawarkan lebih dari 2.100 program studi dalam bahasa Inggris.

Namun begitu, bagi sebagian orang, kuliah ke luar negeri hanya cita-cita muluk karena dianggap biayanya selangit. Memang, walau kuliah di Negeri Kincir Angin ini terbilang tak terlalu mahal dibandingkan negara Eropa lain, namun tetap saja lumayan merogoh kocek.

Perlu Anda ketahui, jika Anda berencana melanjutkan studi ke Belanda, biaya kuliah per tahun bagi pelajar di luar Uni Eropa berkisar antara Rp 90 juta hingga Rp 250 juta. Jumlah ini belum termasuk ongkos dan biaya hidup di sana. Lalu, dari mana uangnya?

Menurut Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, ada banyak alternatif pembiayaan untuk menimba ilmu di Belanda. Beberapa sumber pembiayaan bisa berasal dari perguruan tinggi Belanda, pemerintah Belanda, atau pemerintah Indonesia. Nah, apa saja opsi-opsi yang bisa jadi pilihan ini?

Pertukaran pelajar

Cara paling mudah dan murah mengambil studi gelar di Belanda adalah melakukan pertukaran pelajar dengan siswa perguruan tinggi di Belanda. Karena itu, sebelum memilih, perhatikan perguruan tinggi tersebut memiliki program semacam itu atau tidak.

Sebagai siswa pertukaran dari sebuah negara di Uni Eropa, pelajar Indonesia berhak menerima sokongan keuangan siswa dari negara asal saat mengambil studi di Belanda. Beberapa negara bahkan memberi dukungan keuangan kepada siswanya saat mereka mendaftar program reguler di luar negeri.

"Dukungan keuangan ini diberikan baik secara langsung dalam bentuk hibah atau pinjaman bulanan maupun secara tidak langsung melalui tunjangan pajak bagi orang tua si pelajar," ujar Mervin.

Beasiswa studi

Ada kabar baik bagi Anda yang bercita-cita melanjutkan studi ke jenjang sarjana (S1) atau pascasarjana (S2) di Belanda. Mulai tahun ini, menurut Mervin, pemerintah Belanda menambah kuota beasiswa bagi mahasiswa dan profesional asal Indonesia. Sebelumnya, pemerintah Belanda menyediakan 250 beasiswa khusus pelajar Indonesia, sekarang jumlah ini ditambah menjadi 300 beasiswa.

"Kuotanya kami tambah karena minat masyarakat Indonesia untuk studi ke Belanda cukup tinggi. Tiap tahun naik satu hingga tiga persen. Saat ini ada sekitar 1.500 mahasiswa dari Indonesia yang kuliah di Belanda," kata Mervin.

Agar bisa mendapatkan beasiswa yang sesuai dengan kebutuhan Anda, manfaatkanlah fasilitas "Grantfinder". Mesin pencari online ini menyediakan gambaran umum semua beasiswa yang tersedia untuk mengambil studi di Belanda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X