Yang Perlu Dikhawatirkan Itu Anak-anak Terbaik Kita Lari ke Singapura...

Kompas.com - 12/11/2015, 13:41 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
HONGKONG, KOMPAS.com - Tidak ada yang perlu ditakutkan dari pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), jika hal itu dikaitkan dengan susahnya atau hilangnya lapangan pekerjaan di Indonesia untuk besarnya sumber daya manusia Indonesia saat ini. Yang harus
dipikirkan itu justeru SDM terbaik Indonesia memilih kabur menerima tawaran menarik di
negara-negara ASEAN.

Kekhawatiran itu mengemuka dalam diskusi sesi pertama 'Binus Industry Partnership Program
(BIPP) 2015' yang digelar Binus University di Hongkong, Rabu (12/11/2015). Diskusi tersebut
menghadirkan 30 perwakilan perusahaan di level manajer bidang sumber daya manusia
dari Indonesia.

"Saya justeru hanya khawatir itu putra-putri terbaik kita malah pergi keluar. Banyak anak-anak kita bekerja di Singapura atau Eropa dan sebagainya dan mereka-mereka itu orang-orang terbaik, orang-orang pilihan. Itu yang harus kita khawatirkan," ujar Henoch Munandar, Director of Risk Management and Human Resources PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, yang menjadi pembicara pertama. 

Di era MEA nanti, lanjut Henoch, persaingan tenaga kerja terlatih di antara negara-negara ASEAN akan terjadi di beberapa sektor penting. Beberapa sektor itu meliputi perbankan, kesehatan, hukum, teknologi informasi, telekomunikasi, perkebunan, tambang, hiburan, serta consumer good.

Henoch mengatakan, ada empat hal utama perlu diperhatikan untuk menghilangkan kekhawatiran tersebut, terutama oleh perguruan tinggi sebagai "penyuplai" tenaga kerja.

Pertama, harapan dunia usaha agar perguruan tinggi Indonesia mengembangkan silabus yang baik agar link and match antara industri dan perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik.

Kedua, modal para calon tenaga kerja untuk menyambut era MEA. Modal itu antara lain peningkatan bahasa asing, pemahaman tentang teknologi, rasa percaya diri dan sikap profesionalitas.

Ketiga, budaya bersaing secara sehat yang harus ditumbuhkan perguruan tinggi di kalangan anak-anak didiknya. Sementara hal keempat adalah perkenalan program magang atau internship secara sistematis, baik bagi calon tenaga kerja (mahasiswa) atau pemberi kerja.

"Kenapa penting, karena magang itu diperlukan agar lulusan perguruan tinggi bisa dengan mudah beradaptasi dengan dunia luar. Dunia kerja atau dunia usaha kalau mereka mau terjun ke bisnis atau wirausaha," ujar Henoch.

"Di Singapura itu program magang sudah diterapkan secara integral dengan kurikulum dan sudah menjadi silabus universitas. Proses seleksinya sangat ketat dan anak-anak magang itu dibayar dengan uang saku yang layak," lanjutnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.