PR Besar... Di Luar Jawa, Hanya Dua Universitas yang Berakreditasi A!

Kompas.com - 17/11/2015, 07:09 WIB
Di luar Jawa, hanya ada 223 prodi yang telah mendapat akreditasi A. Bandingkan dengan prodi di pulau Jawa yang berjumlah sekitar 1.478 prodi. www.shutterstock.comDi luar Jawa, hanya ada 223 prodi yang telah mendapat akreditasi A. Bandingkan dengan prodi di pulau Jawa yang berjumlah sekitar 1.478 prodi.
|
EditorLatief


KOMPAS.com
– Hingga saat ini ketimpangan mutu pendidikan antara perguruan tinggi di Pulau Jawa dan luar Jawa masih terlihat jelas. Berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada 2014, hanya ada dua perguruan tinggi di luar Jawa yang meraih akreditasi A.

Sementara itu, untuk akreditasi program studi hanya ada 223 yang telah mendapat nilai A. Jumlah tersebut masih tertinggal jauh dibanding perguruan tinggi di Jawa yang sekitar 1.478 prodinya telah meraih akreditasi A.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar kualitas perguruan tinggi di luar daerah bisa memenuhi kualifikasi standar Indonesia? Untuk menjawab tantangan tersebut, pendidikan berbasis teknologi sebenarnya telah dicanangkan. 

Pendidikan daring

Sejak dua tahun lalu pemerintah bersama beberapa perguruan tinggi telah meluncurkan portal Pendidikan Daring Terbuka dan Terpadu (PDITT). Lima universitas (UGM, UI, ITB, ITS, dan Bina Nusantara) yang menjadi pionir program ini mengunggah mata kuliah sesuai kualifikasi mereka ke portal tersebut sehingga bisa diakses kapan dan di mana saja.

"Apakah dosen UGM harus keliling (Indonesia) supaya sama (kualitas) materi perkuliahannya? Kan enggak mungkin. Energinya besar, biayanya juga sangat tinggi. Oleh karena itu dibuatlah portal," tutur Engkos Achmad Kuncoro, Director of Binus Online Learning, saat ditemui Kompas.com di Kampus Syahdan, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Cara kerjanya sederhana. Lima universitas tersebut melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di daerah agar mahasiswanya bisa mengambil mata kuliah secara daring lewat portal PDITT.

Engkos mencontohkan, saat ini Universitas Binus telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Medan dan Batam. Mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut bisa mengambil mata kuliah di Binus tanpa perlu datang ke kampus Binus di Jakarta.

"Dosennya dari Binus. Si mahasiswa cukup mengakses Learning Management atau semacam kelas maya. Nah, terjadilah pembelajaran," ucapnya.

Dia juga menjelaskan, mata kuliah di dalam portal harus lengkap dari mulai perencanaan sampai ke evaluasi. Mahasiswa yang telah mengambil perkuliahan lewat PDITT tidak perlu lagi mengambil mata kuliah sama di kampusnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X