Kompas.com - 26/02/2016, 17:03 WIB
Harus diakui, penyandang disabilitas di Indonesia hingga kini rawan tak terpenuhi hak-haknya, termasuk untuk kesempatan yang sama dalam dunia kerja. Praktik di dunia internasional, idealnya setiap perusahaan mempekerjakan sekurang-kurangnya satu persen pekerja penyandang disabilitas. Dok. KOMPAS.com/Reza PahleviHarus diakui, penyandang disabilitas di Indonesia hingga kini rawan tak terpenuhi hak-haknya, termasuk untuk kesempatan yang sama dalam dunia kerja. Praktik di dunia internasional, idealnya setiap perusahaan mempekerjakan sekurang-kurangnya satu persen pekerja penyandang disabilitas.
Penulis Reza Pahlevi
|
EditorLatief

"Rata-rata mereka yang berkebutuhan khusus ini mood-nya naik turun. Perlu kesabaran membimbing mereka," aku Natasya.

Down syndrome merupakan kondisi bawaan karena kelainan genetika—tepatnya di kromosom 21, atau kerap disebut sebagai Trisomy 21—yang menyebabkan perkembangan fisik maupun intelektual lebih lambat daripada rata-rata manusia. Kelainan kromosom ini pertama kali dikenali oleh John Langdong Down pada 1866. Diperkirakan satu bayi dari setiap 800 kelahiran berisiko menyandang down syndrome.

Namun, penyandang down syndrome memiliki tingkat kemampuan fisik dan intelektual beragam. Selain dari faktor kromosom, perbedaan kemampuan itu juga dipengaruhi oleh perawatan dan penanganan yang mereka dapat pada golden age, yaitu sejak kelahiran sampai usia 5 tahun.

Titis Karyani, perwakilan dari Uniqlo Indonesia, mengungkapkan perekrutan tenaga kerja tunagrahita di perusahaannya merupakan kebijakan global, setelah dimulai di Jepang pada 2009. 

"Ini untuk membantu penyandang tunaghrahita supaya bisa bekerja dan mandiri," kata dia.

Pada tahap perekrutan, ungkap Titis, tak ada pembedaan prosedur penyaringan untuk penyandang tunagrahita dibandingkan pelamar kerja pada umumnya.

"Keempat penyandang tunagrahita tersebut diterima sebagai store staff di perusahaan kami," kata Titis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

RUU Penyandang Disabilitas

Harus diakui, penyandang disabilitas di Indonesia hingga kini rawan tak terpenuhi hak-haknya, termasuk untuk kesempatan yang sama dalam dunia kerja. Praktik di dunia internasional, idealnya setiap perusahaan mempekerjakan sekurang-kurangnya satu persen pekerja penyandang disabilitas.

"Jumlah perusahaan di Indonesia yang mempekerjakan penyandang disabilitas masih minim," ujar Harry Ayusman dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.