Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Kikuk Menikmati Musik Klasik di Jakarta

Kompas.com - 03/05/2016, 16:27 WIB
Symphony for Friendship yang digelar Chappy HakimSymphony for Friendship yang digelar "China Philharmonic Orchestra –Silk Road Tour 2016 in Jakarta” diselenggarakan di Aula Simfonia , Kemayoran Jakarta.
EditorWisnu Nugroho

Penyanyi seriosa profesional ini juga pernah berduet dengan penyanyi tenar kelas dunia kenamaan Michael Bolton membawakan lagu “The Prayer” di Marina Bay Singapura beberapa tahun lalu.

Pertunjukkan nomor utama malam itu adalah pagelaran China Philharmonic Orchestra membawakan lagu-lagu klasik tersohor karya abadi para komponis kelas dunia antara lain dari Beethoven.

Didahului nomor pembuka sebuah paket medley yang di dalamnya diselipkan aransemen khas dari beberapa lagu Indonesia seperti Butet, Rasa Sayange dan lain-lain. Lagu yang disajikan kemudian adalah Chinese Folk Song, The Moon Reflected on Er Quan Spring. Setelah itu orchestra membawakan nomor favorit nya Violin Concerto in E Minor karya F.Mendessohn dengan soloist Rui Liu yang sangat mempesona.

Setelah intermeso selama 15 menit, dibawakan pula Symphony No.7 in A Major Op.92 karya unggulan dari Beethoven yang terkenal itu. Secara keseluruhan penampilan orchestra dengan konduktor muda Xia Xiaotang dari Orkes China Philharmonic sangat sempurna yang antara lain didukung sistem tata suara akustik yang bagus sekali dari “basic design” gedung Aula Simfonia.

Soal banyaknya aturan

Sebuah pertunjukan yang memang jarang sekali dipagelarkan di negeri ini. Sayang sekali gedung yang indah tatanan interiornya itu hanya diisi lebih kurang 50% saja oleh penonton yang diundang malam itu.

Pada sisi lain, pertunjukan musik klasik harus diakui belum banyak penggemarnya di tanah air. Sebagian besar memang masih menyenangi musik-musik pop atau jazz dan rock. Minat dan juga terutama para penonton kita memang belum familiar dengan tata krama pertunjukan musik klasik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tata krama di sini dimaksudkan adalah, masih dirasa terlalu banyak aturan yang sangat mengikat dalam menikmati pagelaran sebuah sajian musik klasik. Penonton kita biasa bebas sebebasnya, sehingga bila terlalu banyak aturan memang langsung akan menghilangkan selera untuk menonton.

Belum lagi pada umumnya lagu-lagu klasik agak sulit untuk bisa dinikmati, karena memang jarang sekali diperdengarkan di tempat umum. Demikianlah juga dengan apa yang terjadi malam itu, karena pada pendahuluan acara sudah “diancam” berulang-ulang oleh panitia dengan hal-hal yang dilarang.

Dilarang memotret, dilarang berbicara satu dengan lainnya, dilarang menghidupkan handphone, dilarang berkeliaran selama pertunjukan berlangsung dan lain lain dan lain lain.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.