Kompas.com - 15/06/2016, 16:41 WIB
Aplikasi yang dibuat oleh Ismail tentu berbeda dengan yang lainnya. Selain game yang dapat berinteraksi, aplikasi ini juga dapat dimainkan oleh lebih dari satu orang (multiplayer). Dok Binus UniversityAplikasi yang dibuat oleh Ismail tentu berbeda dengan yang lainnya. Selain game yang dapat berinteraksi, aplikasi ini juga dapat dimainkan oleh lebih dari satu orang (multiplayer).
Penulis Latief
|
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuliah online tidak seperti umumnya dibayangkan orang-orang. Jarang bertemu dosen dan berada di kelas bukan berarti tak bisa berprestasi.

Salah satunya Muhammad Ismail, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Binus Online Learning, yang meraih juara pertama di ajang Final National Competition Augmented Reality (NCAR) 2016, yang diselenggarakan oleh Universitas Telkom, 21 Mei 2016 lalu.

NCAR merupakan ajang pertama tingkat nasional yang bertujuan untuk membangkitkan minat mahasiswa Indonesia untuk lebih aktif mengembangkan produk dan melakukan riset Augmented Reality (AR). Ada 27 universitas ambil bagian dalam kejuaraan ini dan masing-masing peserta mempresentasikan produk Augmented Reality d ihadapan para juri, diantaranya Alexandra Etienne (ARToolKit Evangelist of DAQRI), Senja Lazuardy (IT Director of AR&Co), dan Hasbi Asyadiq (CTO of Octagon Studio).

Ismail sendiri mempresentasikan aplikasi berbentuk game yang diberi nama 'ARDungeon'. AR atau kepanjangan dari augmented reality, sedangkan dungeon adalah sebutan dari sebuah goa yang penuh dengan monster.

Dia mengatakan, cara memainkan game tersebut mudah. Pengguna cukup menyediakan sebuah marker (kertas) di hadapannya dan membuka aplikasi ARDungeon tersebut melalui mobile kita, lalu arahkan ke arah marker tersebut.

"Nantinya, kita dapat melihat sekumpulan musuh dan monster. User sebagai pengendali bertugas untuk membasmi monster-monster tersebut," ujar Ismail, Selasa (14/6/2016).

Aplikasi yang dibuat oleh Ismail tentu berbeda dengan yang lainnya. Selain game yang dapat berinteraksi, aplikasi ini juga dapat dimainkan oleh lebih dari satu orang (multiplayer).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ismail menuturkan, ada beberapa kriteria penilaian dalam kompetisi ini, seperti inovasi. Sebisa mungkin peserta yang mengikuti kompetisi ini dapat menghasilkan sebuah aplikasi berbeda dengan aplikasi AR biasanya.

"Lalu ada interaksi. Di sini permainan yang dibuat dapat melakukan aksi atau aktif. Ini bermanfaat, dan aplikasi yang dibuatkan dapat berguna bagi orang-orang," ujarnya.

Menurut dia, apa yang ia pelajari selama ini di kampus sangat berpengaruh besar sehingga dapat diaplikasikan dalam bentuk aplikasi game.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.