Indy Hardono
Pemerhati pendidikan

Saat ini bergiat sebagai koordinator tim beasiswa pada Netherlands Education Support Office di Jakarta. Sebelumnya, penulis pernah menjadi Programme Coordinator di ASEAN Foundation. 

Beasiswa Ideal, antara Prestise dan Pragmatis

Kompas.com - 16/06/2016, 17:32 WIB
Netherlands Support Office (Neso) sebagai pengelola beasiswa StuNed, mengumumkan hasil seleksi program master untuk tahun akademik 2016. M LATIEF/KOMPAS.comNetherlands Support Office (Neso) sebagai pengelola beasiswa StuNed, mengumumkan hasil seleksi program master untuk tahun akademik 2016.
EditorLatief

KOMPAS.com - "Sudah syukur mendapat beasiswa". Rasanya, ungkapan itu akan semakin jarang terdengar di era berlimpahnya ketersediaan beasiswa. Yang terjadi sekarang justru pelamar bingung ketika harus memilih beasiswa mana yang paling "ok", karena mereka diterima di lebih dari satu beasiswa.

Itu tentu sungguh suatu kemewahan. Tapi, pertanyaannya, apa sih definisi beasiswa ideal?

Banyak penerima beasiswa melihat nilai dari suatu beasiswa secara pragmatis, hanya dari sisi untung rugi (cost-benefit) saja. Memang, itu bisa dikatakan logis. Siapa yang tidak menginginkan beasiswa dengan coverage paling optimal yang dapat memenuhi semua kebutuhan pada saat studinya?

Tak hanya itu. Masih banyak insentif lain yang dapat menambahkan kenyamanan si penerima beasiswa selama masa studinya.

Namun, selain itu ada baiknya melihat faktor-faktor lain yang seringkali luput sebagai bahan pertimbangan, antara lain kerapihan administrasi dan pengelolaan beasiswa oleh lembaga pemberi beasiswa atau donor. Apakah birokrasinya berbelit, dan bagaimana tingkat kualitas pelayanan terhadap awardee? Termasuk di dalamnya adalah pelayanan yang diberikan untuk persiapan keberangkatan, baik itu bersifat administratif maupun persiapan mental.

Plus, perlu juga dicermati kualitas interaksi dengan para penerima beasiswa pada saat mereka menjalani masa studi. Misalnya, seberapa responsif lembaga pemberi beasiswa membantu mereka yang menemui kesulitan dalam beradaptasi dengan kultur akademik dan sosial yang baru.

Faktor penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah reputasi dan prestise dari beasiswa. Sebabnya, hal tersebut juga ditentukan oleh reputasi organisasi pemberi beasiswa itu sendiri.

Pun, tak kalah pentingnya adalah nilai strategis beasiswa, terutama dalam kaitannya dengan prospek jangka panjang, seperti adanya jaringan alumni yang kuat dan nilai tambah lain untuk dapat meningkatkan daya saing awardee di masa depan.

Relevan dan mendidik

Wajar jika semakin banyak fasilitas dan benefit yang ditawarkan oleh suatu beasiswa, maka beasiswa tersebut akan semakin menarik. Namun, seyogiyanya lembaga pemberi beasiswa juga harus dapat menentukan insentif dan keuntungan yang tepat ditawarkan kepada para penerima beasiswa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.