Ibu, Berdamailah... Inspirasi dari Keluarga Penyandang Disleksia

Kompas.com - 11/10/2016, 07:29 WIB
Sutradara Agus Makkie (paling kiri) bersama Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, dan Sinyo, diabadikan usai berbincang tentang film Wonderful Life di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSutradara Agus Makkie (paling kiri) bersama Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, dan Sinyo, diabadikan usai berbincang tentang film Wonderful Life di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016).
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KOMPAS.com- Amalia Prabowo, CEO perusahaan periklanan internasional, merasa kehidupannya berubah 180 derajat ketika mengetahui putra sulungnya, Aqil, didiagnosis menyandang disleksia. Diagnosis itu serasa vonis buat sang buah hati dan dirinya.

Namun, Amalia tidak pernah mengenal kata gagal dalam hidupnya. Berasal dari keluarga berpendidikan tinggi, sejak kecil dia dituntut disiplin, bekerja keras, dan selalu sukses dalam bidang akademis oleh sang ayah.

Dari pengalamannya itu, Amalia lalu membekali Aqil dengan buku-buku pengetahuan sejak dia kecil. Aqil pun dimasukkan di salah satu sekolah paling mahal di Indonesia demi mendapat pendidikan terbaik.

Sayangnya, kali ini Amalia harus mendapatkan hasil tak sesuai harapan. Aqil tetap mengalami kesulitan membaca dan menulis—deskripsi paling sederhana untuk disleksia.

“Perasaan utama seorang ibu dari anak yang mengalami disleksia adalah frustasi. Ibu sudah menyiapkan sekolah yang terbaik untuk anaknya agar sukses dalam bidang akademis, tetapi tetap percuma,” ujar Atiqah Hasiholan, pemeran Amalia dalam film Wonderful Life saat ditemui Kompas.com, Jumat (30/9/2016).

Amalia pun sulit menerima diagnosis dokter yang mengatakan Aqil mengalami disleksia. Bahkan, ayah Amalia yang seorang dokter terkemuka pun tak dapat menerima keadaan Aqil.

“Sebenarnya tekanan paling berat itu bukan dari menghadapi anak dengan disleksia itu sendiri. Melainkan, dari ambisi dan ego si ibu dan keluarga yang terlalu besar,” ucap Atiqah.

Penolakan ini dapat menjadi jurang pemisah yang cukup besar antara ibu dan anak. Dampaknya,  ibu merasa tidak bahagia dan anak akan menjadi korban.

“Saya menolak Aqil selama dua tahun dan itu rasanya sangat suram. Memang, menjadi ibu dari anak berkebutuhan khusus itu perlu punya kesabaran yang lebih panjang,” ungkap Amalia saat pemutaran perdana film Wonderful Life kepada Kompas.com, Senin (10/10/2016).

Berdamai

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.