Kompas.com - 16/02/2017, 09:49 WIB
Ilustrasi seseorang yang lulus jenjang pendidikan sarjana dari hasil pengelolaan keuangan. AXA Mandiri & AXAIlustrasi seseorang yang lulus jenjang pendidikan sarjana dari hasil pengelolaan keuangan.
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com –
 Banyak orangtua kelimpungan saat membimbing anak-anaknya merencanakan keuangan. Padahal, pengenalan bisa dimulai saat memberikan uang saku harian alias duit jajan.

“Pemberian uang saku akan membiasakan anak memegang uang, mengambil keputusan keuangan, dan mengelola keuangan sendiri,” ujar Diana Sandjaja, perencana keuangan Tatadana Consulting dikutip dari Kontan, Kamis (14/1/2016).

Maka dari itu, kata Diana, hendaknya para orangtua berpikir pemberian uang saku bukan didasarkan pada memenuhi kebutuhan pribadi sang buah hati di sekolah saja, melainkan pembelajaran mengenai perencanaan keuangan juga.

Meski demikian, Diana mengingatkan bahwa pelajaran mengenai pengelolaan keuangan ini mesti bertahap.

“Seperti pelajaran di sekolah, (pembelajaran pengelolaan keuangan) ini harus bertahap. Pelajaran anak SD tentu berbeda dengan anak SMA. Begitu pula pemberian uang saku,” imbuhnya.

Bukan hanya nilai atau besar uang saku yang berbeda, Diana bilang, sistem dan tanggung jawab anak pada beda tingkatan juga mempengaruhi tahapan pembelajaran.

“Untuk anak kelas satu SD, misalnya, belum bisa membedakan nominal uang dan cara transaksi yang benar,” ujar Diana memberi contoh.

Thinkstock Ilustrasi anak sedang menyisihkan uang.

Pada usia itu, menurut Diana, orangtua bisa sesekali memberikan uang pada buah hati untuk sekali transaksi. “Tahap ini lebih bersifat pengenalan,” tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seiring kenaikan jenjang sekolah, anak juga bakal semakin pintar berhitung. Pada saat itulah, orangtua bisa mempercayakan pemberian uang saku sesuai kebutuhan anak. Misalnya, menyerahkan pengelolaan uang transportasi selain uang jajan harian.

Bahkan, bagi anak-anak di tingkat SMP, perlu juga diberikan uang saku untuk kebutuhan sosialisasi. Anak-anak pada usia ini umumnya sedang senang-senangnya berkumpul bersama teman, termasuk makan bersama atau menonton bioskop.

Biaya pulsa telepon bisa juga dimasukkan sebagai komponen uang saku. Pastikan saja, orangtua telah menakar masing-masing biaya yang dihitung sebagai bagian uang saku, agar pemberian duit ini cukup tanpa perlu berlebihan juga.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.