Guru Terkendala Fasilitas, Pengangkatan Tenaga Honorer Dipertimbangkan

Kompas.com - 15/05/2017, 22:15 WIB
Kompas TV Kondisi gedung SMP 3 Mazo, Nias Selatan, rusak parah sejak dilanda gempa berkekuatan 8,7 skala ritcher 12 tahun lalu.
EditorBayu Galih

Bersama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dilakukan penelitian di lima kabupaten, antara lain Keerom, Ketapang, dan Kaimana. Penelitian itu untuk mencari model bagaimana mengatasi tingkat kehadiran guru dan sistem pengawasan dengan melibatkan masyarakat, antara lain agar kehadiran guru/kepala sekolah lebih baik.

Mendikbud mengingatkan, daerah harus berkomitmen kuat untuk memajukan pendidikan di daerah masing-masing. Sebab, sebagian besar dari 20 persen anggaran fungsi pendidikan dalam APBN sudah dikucurkan ke daerah. "Dengan tambahan dana APBN seharusnya dapat memperbanyak anggaran di APBD. Namun, kenyataannya banyak daerah yang bergantung ke pusat dalam dana pendidikan daerahnya," kata Muhadjir.

Menurut Sumarna, pengangkatan guru honorer masih dikaji karena melibatkan banyak instansi terkait, seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Keuangan.

(Baca: Guru Honorer Dibutuhkan)

Andalkan sukarelawan

Masalah klasik ini juga terjadi di Jawa Timur, seperti di Kabupaten Sumenep, Madura. Daerah kepulauan ini masih kekurangan 1.400 guru. Kekurangan tenaga pengajar melanda mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Namun, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Achmad Shadik, hal itu bukan karena faktor salah penempatan dan hanya menumpuk di kota. "Sampai hari ini sekolah yang ada di Kecamatan Kota Sumenep masih kekurangan 27 guru untuk berbagai jenjang sekolah dan paling banyak kebutuhan guru justru di wilayah daratan sebanyak 1.000 orang dan kepulauan 400 orang," katanya.

Saat ini di wilayah paling ujung Pulau Madura terdapat 5.854 guru untuk semua jenjang pendidikan. Salah satu cara menutupi kekurangan tenaga pengajar dengan memaksimalkan guru yang ada dan sukarelawan.

Kekurangan guru, kata Shadik, kian parah jika hingga 2020 pemerintah pusat belum juga merekrut guru pegawai negeri sipil. Tanpa penerimaan guru baru, pada 2020 kebutuhan akan guru mencapai 2.500 orang karena hampir setiap tahun ada yang pensiun.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Kusnadi menuturkan, total guru di Kalbar saat ini di semua jenjang sekitar 63.000 dan masih kurang 1.400-an guru. Kesulitan dalam memenuhi kebutuhan guru di daerah karena adanya moratorium pengangkatan pegawai negeri sipil beberapa waktu lalu.

Menurut pantauan Kompas, di Kabupaten Landak, misalnya, ada wilayah yang justru belum memiliki rumah dinas guru sehingga ada guru yang jarang mengajar. Kalaupun mengajar, guru yang bersangkutan selama di tempat tugasnya di pedalaman menginap di rumah warga.

"Guru Terkendala Fasilitas".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin di Taiwan, Tunjangan Bulanan Rp 11 Juta

Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin di Taiwan, Tunjangan Bulanan Rp 11 Juta

Edukasi
Kedua Korban Terakhir Siswa SMPN 1 Turi Ditemukan, Kwarnas Pramuka Ucapkan Duka Cita

Kedua Korban Terakhir Siswa SMPN 1 Turi Ditemukan, Kwarnas Pramuka Ucapkan Duka Cita

Edukasi
Susur Sungai yang Aman untuk Anak Sekolah Lebih Baik di Pinggir Sungai

Susur Sungai yang Aman untuk Anak Sekolah Lebih Baik di Pinggir Sungai

Edukasi
Beasiswa Penuh S1/S2/S3 MoE Taiwan, Tunjangan Hidup Bulanan Rp 9 Juta

Beasiswa Penuh S1/S2/S3 MoE Taiwan, Tunjangan Hidup Bulanan Rp 9 Juta

Edukasi
“Cookie Run Sweet Escape Adventure!”, Petualangan Sains bersama Para Cookie Hebat!

“Cookie Run Sweet Escape Adventure!”, Petualangan Sains bersama Para Cookie Hebat!

Edukasi
Segera Ditutup! Rekrutmen Perwira TNI bagi Lulusan Sarjana Kesehatan

Segera Ditutup! Rekrutmen Perwira TNI bagi Lulusan Sarjana Kesehatan

Edukasi
 Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

Edukasi
61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Edukasi
Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Edukasi
Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Edukasi
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Edukasi
Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Edukasi
Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Edukasi
Close Ads X