Kompas.com - 28/06/2017, 13:51 WIB
Penulis Latief
|
EditorSri Noviyanti

Blunder

Apa maksudnya Hitler menghentikan laju pasukan Jerman menghantam musuhnya? Jangankan Guderian, sampai kini perintah Hitler untuk tidak "menghabisi" semua tentara di Dunkirk itu masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan dalam tragedi Perang Dunia Kedua di Eropa Barat.


(Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Evakuasi Tentara Inggris dari Dunkirk Berakhir)

Dalam buku Perang Eropa jilid pertama yang ditulis oleh PK Ojong disebutkan, bahkan oleh jenderalnya sendiri keputusan "stop" tersebut dinilai sebagai kesalahan pertama Hitler dalam Perang Dunia Kedua. 

KOMPAS.com/M Latief Buku Perang Eropa karya PK Ojong.
Erich von Manstein, jenderal yang baru tampil ke muka dan diangkat sendiri oleh Hitler untuk merancang strategi perang di Eropa Barat itu, menulis dengan tajam: "Dunkirk adalah blunder Hitler yang pertama selama Perang Dunia II. Salah satu kesalahan Hitler yang paling menentukan".

Ada beberapa motif disebutkan dalam buku ini. Pertama, dari kacamata militer, motif yang dilontarkan Hitler adalah wilayah Dunkirk tidak cocok untuk pertempuran dengan tank.

Hitler berpendapat, perang di wilayah pantai pelabuhan itu hanya akan merugikan kekuatan Jerman sebelum menghadapi perang selanjutnya.

Nyatanya, motif tersebut sudah lebih dulu dibantah oleh Jenderal Guderian, yang tak lain arsitek perang tank nomor satu Jerman yang sangat disegani.

Motif lain dinilai sebagai motif politik. Bagaimana pun juga, Hitler menganggap bangsa Inggris itu sebangsa—dalam arti ras—dengan Jerman, yaitu sama-sama bangsa Germanic. Hitler merasa lebih dekat dengan Inggris ketimbang Rusia, bangsa Slavonic yang dianggapnya lebih rendah dari Germanic.

Besar kemungkinan, atas pandangan itu, Hitler sengaja membiarkan Inggris lolos di Dunkirk supaya tidak terlampau kehilangan muka dan mau berdamai dengan Jerman. Jika perdamaian itu terjadi, Hitler kelak bisa memusatkan segenap kekuatan Jerman untuk menghajar Soviet Rusia.

Motif selanjutnya adalah keinginan Hitler untuk benar-benar berdamai dengan Inggris. Diam-diam, Hitler mengagumi Inggris dan kelanjutan negara kerajaan itu dianggap sangat perlu. Keruntuhan Inggris dinilai akan merusak keseimbangan dunia.

Australian War Memorial/Wikipedia Sejumlah tentara Inggris mencoba menembak pesawat tempur Jerman yang menyerang posisi mereka di pantai Dunkirk, Perancis, Mei 1940.

Toh, dari motif itu Hitler berharap Inggris memahami sikapnya, yaitu mau mengerti dan bahkan mengakui kedudukan Jerman di dataran Eropa. Nyatanya memang, sejak awal Hitler mencaplok Polandia pada September 1939 atau beberapa bulan sebelum kejadian Dunkirk, Inggris sudah memberikan sinyal tidak menyukai gaya Hitler.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.