19 Staf KLHK Belajar Pengelolaan DAS ke Belanda

Kompas.com - 11/09/2017, 17:25 WIB
Para penerima beasiswa berfoto bersama Murdiyono, Sekretaris Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Carel de Groot, Staf Ahli Sumber Daya Air Kedubes Belanda, serta Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso Indonesia Dok Nuffic Neso IndonesiaPara penerima beasiswa berfoto bersama Murdiyono, Sekretaris Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Carel de Groot, Staf Ahli Sumber Daya Air Kedubes Belanda, serta Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso Indonesia
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 19 staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meraih beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland (studi di Belanda) dari Pemerintah Kerajaan Belanda.

Beasiswa diberikan melalui Nuffic Neso Indonesia. Para penerima beasiswa tersebut akan mengikuti pelatihan Watershed Management and Inland Water Degradation Control sejak 29 September sampai 16 Oktober 2017 di IHE Delft.

Sekretaris Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK, Murdiyono, mengatakan pelatihan tersebut untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan staf KLHK dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), terutama di lingkup Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung.

"Pengelolaan DAS yang tepat akan mengurangi permasalahan banjir, lahan kritis, serta menurunnya kualitas air tawar dan tujuan belajar pengelolaan DAS ke IHE Delft karena perguruan tinggi tersebut merupakan pusat dunia untuk pendidikan pengelolaan tata air," ujar Murdiyono, Senin (11/9/2017).

Perwakilan dari Kedubes Belanda, Carel de Groot, mengaku optimistis peserta akan mendapatkan banyak pengalaman dengan pelatihan ini. Menurut dia, pengelolaan sumber daya air merupakan bidang penting yang akan terus berkembang di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, berharap para peserta untuk proaktif selama mengikuti pelatihan. Metode pelatihan tersebut sudah dirancang efektif dengan menggabungkan teori dan kunjungan ke instansi terkait.

"Termasuk studi di lapangan untuk mempraktikkan langsung teori di kelas," ujar Peter.

Seperti diketahui, pelatihan atau tailor-made training merupakan bagian dari beasiswa StuNed untuk meningkatkan kapasitas organisasi melalui pelatihan staf di tingkat madya. Ini kali ketiga KLHK mendapatkan beasiswa pelatihan tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X