Kompas.com - 30/11/2017, 16:05 WIB
Pada masa usia emas (golden age), otak anak-anak mampu secara cepat menyerap berbagai informasi yang diterima dari lingkungan sekelilingnya. Pada masa ini pula anak-anak mahir meniru tingkah laku dan kebiasaan yang dilihat di sekitarnya. www.shutterstock.comPada masa usia emas (golden age), otak anak-anak mampu secara cepat menyerap berbagai informasi yang diterima dari lingkungan sekelilingnya. Pada masa ini pula anak-anak mahir meniru tingkah laku dan kebiasaan yang dilihat di sekitarnya.
|
EditorKurniasih Budi

Peserta diklat di Lombok Barat sebanyak 48 orang guru PAUD, 2 orang di antaranya laki-laki. Peserta merupakan utusan dari desa-desa yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Satu desa rata-rata mengirimkan 1-3 orang guru yang berasal dari lembaga PAUD yang berbeda-beda.

Abdoellah hadir guna memastikan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar di Kabupaten Lombok Barat tepat sasaran. Dalam upaya meningkatkan mutu dan kompetensi guru PAUD dalam membangun PAUD desa yang berkualitas, ia menggali respon peserta diklat selama pelatihan.

Sejumlah peserta menyampaikan kesan positif atas apa yang sudah mereka ikuti selama diklat. Banyaknya praktik membuat para guru lebih mudah memahami materi yang diberikan, tak seperti diklat lainnya.

“Tidak sedikit dari peserta tersadar bahwa selama ini ada kesalahan mengajar. Melalui pelatihan ini, peserta merasa lebih percaya diri dan mampu membuat alat peraga edukatif dari bahan yang ada di sekitarnya,” katanya.

Dasar pembentukan karakter anak bangsa

Abdoellah menegaskan, usia dini merupakan usia emas karena saat itulah anak bertumbuh kembang secara optimal. Pada masa itu, peran orangtua dan guru PAUD sangat vital dalam merangsang tumbuh kembang anak.

“Setiap rangsangan yang diberikan saat usia dini akan menyambungkan jutaan sel-sel saraf yang ada di otak anak. Sinaps-sinaps akan terjalin sehingga anak akan lebih cerdas dan mampu berbuat lebih baik seiring bertambahnya usia mereka hingga dewasanya. Sebaliknya, jalinan sinaps akan putus setiap kali anak anak mendapat bentakan, celaan dan sejenisnya,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Profesi guru PAUD, ia melanjutkan, sangat penting dalam menyiapkan masa depan bangsa. Demi menjaga kualitas pengajaran, guru perlu mengembangkan kompetensinya. Dengan begitu, guru akan  mampu mengarahkan anak didik sesuai dengan tumbuh kembangnya.

“Selain itu, kegiatan parenthing mesti dilakukan sekali sebulan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut bakal mempererat relasi dan komunikasi pendidik dengan orangtua. Dengan demikian, proses mendidik anak bakal lebih optimal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.