Beasiswa Studi ke Luar Negeri Tak Lagi Sekadar Hadiah

Kompas.com - 21/01/2018, 15:15 WIB
Mahasiswa berkonsultasi kepada perwakilan universitas-universitas Belanda yang hadir dalam Holland Scholarship Day, Sabtu, (20/01/2018) di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda. Auzi Amazia/KOMPAS.comMahasiswa berkonsultasi kepada perwakilan universitas-universitas Belanda yang hadir dalam Holland Scholarship Day, Sabtu, (20/01/2018) di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda.
|
EditorKurniasih Budi

JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga Netherland Education Support Office (Nuffic Neso) Indonesia kembali mengadakan Holland Scholarship Day pada Sabtu, (20/01/2018) di Erasmus Huis, Jakarta Selatan.

Pameran beasiswa dan universitas-universitas di Belanda yang keenam ini memperkenalkan berbagai beasiswa untuk pelajar Indonesia yang hendak melanjutkan studi keluar negeri. Beasiswa yang ditawarkan antara lain Studeren in Nederland (StuNed) dan Orange Tulip Scholarship.

Tak hanya beasiswa dari Belanda, beasiswa dari institusi lain maupun kementerian lain seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga dipamerkan.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tujil, mengatakan bahwa keberadaan beasiswa saat ini sudah semakin berlimpah dibandingkan sepuluh tahun lalu.

“Tujuan acara hari ini adalah memberikan informasi (beasiswa), bukan hanya beasiswa dari Belanda seperti StuNed, tapi kita berikan berbagai informasi dan pilihan untuk calon mahasiswa yang mau ke Belanda beserta caranya agar mendapat beasiwa. Baik itu beasiswa full, parsial, dan juga yang dari kementerian Indonesia, serta LPDP,” ujar Peter saat ditemui Kompas.com, Sabtu (20/1/2018).

Berbagai stand universitas Belanda hadir dalam Holland Scholarship Day pada Sabtu, (20/01/2018) di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda.Auzi Amazia/KOMPAS.com Berbagai stand universitas Belanda hadir dalam Holland Scholarship Day pada Sabtu, (20/01/2018) di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda.
Peter menekankan, pendidikan akan memberi manfaat besar untuk masa depan. Selain itu, beasiswa bakal memperkuat jejaring serta kerjasama antarnegara. Sebab itu, pemberian beasiswa bukan lagi sekadar hadiah kepada pelajar yang berprestasi, melainkan investasi jangka panjang.

Salah satu sektor andalan yang diharapkan bakal berkembang adalah pertanian. Kini, Belanda merupakan salah satu negara pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia. Negeri kincir angin berharap bisa mempererat kerja sama dengan Indonesia.

Indonesia yang memiliki kekayaan alam pertanian berlimpah dapat meningkatkan ekspor pangan serta pengembangan sumber daya manusianya.

Sebelumnya, melansir dari Kompas.com, Kamis (31/8/2017) Pemerintah Belanda memang mengatakan sangat tertarik menggali informasi terkait penggunaan benih, budidaya, pengembangan bawang merah yang berkelanjutan, serta pengendalian hama penyakit oleh petani Indonesia selama ini.

Hal tersebut diucapkan Vice Minister for Agriculture and Nature-Ministry of Economic Affairs, Marjolijn Sonnema, selaku delegasi Belanda, melalui keterangan tertulis Kementerian Pertanian, Kamis (31/8/2017).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X