Hibah dari Kampus Jiran untuk Kembangkan Teknologi dan Bisnis Energi - Kompas.com

Hibah dari Kampus Jiran untuk Kembangkan Teknologi dan Bisnis Energi

Kompas.com - 28/02/2018, 16:27 WIB
Panel surya dipasang di atap gedung Universitas Pertamina Jakarta yang menghasilkan daya 10 KWPKOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Panel surya dipasang di atap gedung Universitas Pertamina Jakarta yang menghasilkan daya 10 KWP


JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan tinggi diharapkan menjadi kawah candra dimuka yang mampu menelurkan berbagai inovasi. Guna melahirkan inovasi, akademisi di pendidikan tinggi perlu melakukan pengkajian ilmiah.

Salah satu faktor penting untuk melakukan penelitian adalah dana. Saat ini, sebagian besar penelitian di Indonesia masih ditopang oleh pemerintah. Berbeda dengan negara-negara maju yang mengandalkan sektor industri untuk membiayai penelitian.

Pengembangan kajian berbasis teknologi dan bisnis energi tengah dijalankan oleh Universitas Pertamina (UP). Kampus yang berada di Jakarta Selatan itu memang fokus di bidang bisnis energi dan energi terbarukan.

Beruntungnya, institusi pendidikan tinggi tersebut mendapat hibah dana penelitian untuk bidang pengembangan energi dan teknologi yang berguna bagi komunitas dan masyarakat.

(Baca:  Penelitian di Kampus Jadi Kunci Indonesia Bisa Melesat)

Universiti Teknologi Petronas (UTP) mengucurkan dana 25.000 dollar AS untuk 5 dosen Universitas Pertamina yang akan melakukan penelitian. Setiap proposal penelitian yang diajukan mendapat dana senilai 5.000 USD.

Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Universitas Pertamina Agung Pramudito, Ph.D mengatakan, kerja sama UP dan UTP dijalin karena kedua kampus memiliki kesamaan induk dan model.

“Akan banyak yang kami pelajari karena UTP sudah lebih berpengalaman. Harapannya, apa yang baik dari mereka bisa dibawa sehingga UP dapat lebih berkembang lagi,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (28/2/2017).

Sebelumnya, perwakilan kedua kampus telah menandatangani nota kesepahaman pada 11 Januari 2017. Saat itu disepakati bahwa kedua kampus akan bekerja sama dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan pertukaran dosen atau mahasiswa.

Kapasitas dosen

Pada peringatan Dies Natalis Universitas Pertamina awal Februari lalu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar menegaskan, pendidikan tinggi mesti menjadi wahana utama dalam menghasilkan berbagai inovasi. 

Penelitian dan pengembangan mutlak dilakukan, utamanya inovasi-inovasi yang dibutuhkan sektor industri. Kegagalan tentu ditemui saat penelitian dan pengembangan. Dengan proses yang semacam itu, dana yang dibutuhkan untuk penelitian tidak sedikit. Oleh karena itu, komitmen pemerintah dan swasta untuk membiayai penelitian dibutuhkan.

Uji laboratorium dibutuhkan untuk mengetahui porositas dan permeabilitas batuan sedimen. Mahasiswa Universitas Pertamina didorong untuk bisa mengembangkan kompetensi dengan fasilitas laboratorium yang terintegrasi.KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Uji laboratorium dibutuhkan untuk mengetahui porositas dan permeabilitas batuan sedimen. Mahasiswa Universitas Pertamina didorong untuk bisa mengembangkan kompetensi dengan fasilitas laboratorium yang terintegrasi.

Sementara itu, Agung berpendapat, para dosen yang melakukan penelitian dapat mengasah dan mengembangkan kapasitas diri mereka dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Dosen yang menerima dana hibah tersebut akan diberikan jangka waktu selama setahun untuk menyelesaikan kajian mereka di bidang energi dan teknologi, dimulai sejak Maret 2018 hingga Februari 2019.

Adapun para dosen yang menerima hibah pada Kamis (22/2/2018) lalu yakni Ade Irawan, PhD (Utilization of Advanced Wireless Communication on Decision Making Strategy to Improve Safety Performance and Productivity in Oil and Gas Industries), Raissa, Msi (Photocatalytic hydrogen generation and water treatment from biomass-derived feedstocks by using CdS nanoparticles), Dr.Eng. Sri Hastuty (Evaluation of Natural Fibre Honeycomb Sandwich as Corrosion Resistant Material in On-shore Platforms), Muttaqin Yasin (Development of flexible and stretchable hybrid 3D graphene-MXenes based strain sensor for oil pipeline monitoring), dan Dr Rifki Muhida (Computational study on the impact of ionic liquid based surfactant on the formation of water in oil microemulsion).


Komentar
Close Ads X