Bintang-bintang Terbang Pulang, Berani Buka "Baju"?

Kompas.com - 10/04/2018, 06:00 WIB
Indro Soecahyo, alumnus angkatan 1981, malahan memanfaatkan ide kreatifnya, membuat dan menjual kaus peringatan reuni untuk lintas angkatan. Kompas.com/Josephus PrimusIndro Soecahyo, alumnus angkatan 1981, malahan memanfaatkan ide kreatifnya, membuat dan menjual kaus peringatan reuni untuk lintas angkatan.

Dalam khazanah astronomi, bintang kejora adalah bintang paling terang yang bisa dilihat dari Bumi. Maklum saja, garis edar bintang itu memang terbilang dekat dengan matahari.

Mari membuat perbandingan. Venus menghabiskan waktu 225 hari berevolusi atau mengelilingi matahari. Sementara, waktu revolusi Bumi adalah 365 hari.

Lantaran dekat jaraknya dengan matahari, 108,2 juta kilometer, Venus lebih mudah terlihat dari Bumi tatkala terkena pantulan cahaya matahari.

Mengambil hal-hal baik dari bintang kejora itu, pengelola sekolah Yayasan Tarakanita mengambil tagline atau semboyan "bintang-bintang terbang pulang" untuk kesempatan reuni kali ini. Sebuah semboyan yang memberi isyarat bahwa alumni diajak kembali untuk pulang ke sekolah.

"Ke mana ya teman gue Si Paulus? Kok enggak datang ya?" begitu ekspresi Kiki Natasya, alumna 1983.

Gegap gempita perayaan reuni, rupanya, juga menyisakan catatan tersendiri dari Joe dan karibnya sesama angkatan, Beben Tobing. Keduanya, dalam sosial media WA, menulis bahwa ajang reuni adalah ajang untuk kembali mengenang kebersamaan di masa kecil dulu. "Saat berjumpa..kita bukan menceritakan betapa hebat dan suksesnya kita hari ini, ..tapi kita menceritaka betapa indah dan bahagianya masa lalu kita," tulis Beben.

Sementara, Joe dalam pesannya, memberi tekanan agar dalam reuni, seluruh alumni berani membuka "baju" kekinian. Joe ingin agar saat reuni, alumni menjadi setara karena pengalaman bersama di masa lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apa yang menjadi harapan keduanya boleh jadi sejajar dengan catatan penulis bernama Prof.Ganesha di media sosial. Menurutnya, selama reuni, seseorang harus hadir sebagai teman yang sederajat. Reuni juga menjadikan seseorang tidak bergunjing. "Berceritalah yg wajar tentang kenangan masa saat ber-sama2 dulu, seperti cerita2 yg saat itu tidak terceritakan," tulisnya.

Sementara itu, Edwin Setyonugroho, alumnus 1982 juga ikut menitipkan pesan agar sekolahnya itu, ke depan, punya jumlah kelas paralel setidaknya hingga huruf D seperti pada zamannya. "Sekarang, berkurang jumlah siswanya," tuturnya suatu ketika mengisyaratkan tantangan bagi pengelolaan TK-SD Tarakanita 2.  

 


Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X