Membuka Akses Literasi Pembelajaran Digital - Kompas.com

Membuka Akses Literasi Pembelajaran Digital

Kompas.com - 14/05/2018, 16:37 WIB
Di era digital pembelajaran berbasis digital menjadi hal yang sulit dihindari.Dok. Quipper Di era digital pembelajaran berbasis digital menjadi hal yang sulit dihindari.

KOMPAS.com - Saat ini platform pembelajaran secara online ( daring) telah menjadi alternatif baru bagi mereka yang membutuhkan pendampingan belajar secara informal. 

Persoalan jarak, kesibukan atau biaya menjadi salah satu faktor layanan pembelajaran secara online mengalami pertumbuhan dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini.

Quipper dan Bahaso, dua perusahaan teknologi pendidikan yang berdiri sejak 2015, ikut tergerak untuk memberikan lebih banyak lagi akses pendidikan secara digital kepada seluruh siswa Indonesia.

Mengusung tema "Beasiswa untuk Negeri" dua perusahaan teknologi edukasi ini memberikan 1.100 akun pembelajaran daring yang dapat diakses secara gratis.

Bentuk layanan bantuan belajar daring yang diberikan Quipper adalah Quiper Video yang ditujukan untuk pelajar SMP dan SMA. Sedangkan Bahaso memberikan layanan belajar bahasa asing yang dapat ditujukan oleh masyarakat umum.

"Kami berkolaborasi (Quipper dan Bahaso) karena kami memiliki idealisme yang sama untuk memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Terlebih di era digital ini, sebagai alternatif media pembelajaran kami ingin anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mengaksesnya terutama bagi mereka yang terkendala waktu, jarak atau biaya," jelas Tyvon Ari, pendiri dan CEO Bahaso dalam kesempatan konferensi pers "Beasiswa untuk Negeri" di Jakarta (14/5/2018)

Baca juga: UGM: Medsos Bisa Jadi Pemicu Depresi Remaja

"Bantuan pendidikan informal berbasis online ini menjadi penting bagi siswa-siswa kita saat ini. Apalagi di era digital, media pembelajaran online telah menjadi kebutuhan dan gaya belajar yang baru bagi sebagian siswa di Indonesia," tambah Tri Nuraini, PR dan manager marketing Quipper Indonesia.

Sosialiasi kampanye Beasiswa untuk Negeri yang memberikan akses akun pembelajaran online gratis untuk 1.100 akun (14/5/2018)Dok. Kompas.com Sosialiasi kampanye Beasiswa untuk Negeri yang memberikan akses akun pembelajaran online gratis untuk 1.100 akun (14/5/2018)

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Thamrin Kasman sangat gembira dengan peran serta aktif pihak swasta dalam turut membangun platform pendidikan berbasis teknologi yang juga sedang dikembangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Terlebih, penguasaan pengetahuan, peningkatan kompetensi ketrampilan dan penumbuhan karakter positif sebagai tujuan pendidikan dapat dioptimalkan dengan dukungan teknologi, tambah Wien Muldian, Pelaksana Harian Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud.

Quipper dan Bahaso juga menggandeng beberapa publik figur diantaranya Febby Rastanty, artis dan penyanyi, untuk berpartisipasi menyebarluaskan kampanye ini.

Permintaan pembelajaran secara daring dari tahun ke tahun mengalami cenderung mengalami peningkatan. Bulan Maret 2018, Quipper telah digunakan lebih dari 5 juta siswa dan 350 ribu lebih guru di Indonesia. 

Demikian halnya dengan Bahaso yang saat ini telah memiliki pengguna lebih dari 300 ribu pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tidak ada syarat khusus yang diterapkan untuk memperoleh beasiswa belajar online ini. 

"Syaratnya hanya satu. Tertarik," jelas Tyvon Ari. Bagi yang tertarik dapat langsung mengakses melalui laman resmi kedua platform pembelajaran online tersebut.

 

 


Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X