10 SMP Kota Tangerang dengan Nilai UN Bahasa Indonesia Tertinggi

Kompas.com - 05/06/2018, 09:00 WIB
Ilustrasi. UNBK SMP Tahun 2018 SMP Mutiara Bangsa Cipondoh.Dok. Dinas Pendidikan Kota Tangerang Ilustrasi. UNBK SMP Tahun 2018 SMP Mutiara Bangsa Cipondoh.

KOMPAS.com - Hasil Ujian Nasional ( UN) jenjang Sekolah Menengah Pertama ( SMP) telah diumumkan tanggal 25 Mei 2018. 

Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com dari beberapa SMP di provinsi Banten yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, berikut daftar 10 SMP Negeri dan Swasta dengan nilai UN tertinggi di Kota Tangerang berdasarkan jumlah nilai rata-rata UN tahun pelajaran 2017/2018 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia:

1. SMP Kristen Penabur Kota Tangerang dengan nilai 84.35

2. SMP Santa Maria 1 dengan nilai 84.20

3. SMP Negeri 1 Kota Tangerang dengan nilai 83.85

4. SMP Pilar Bangsa dengan nilai 83.38

5. SMP Negeri 9 Kota Tangerang dengan nilai 82.51

6. SMP Islam Terpadu Granada dengan nilai 82.19

7. SMP Islam Terpadu Asy-Syukriyyah dengan nilai 82.04

8. SMP Katolik Sang Timur dengan nilai 80.85

9. SMP Citra Kasih dengan nilai 80.69

10. SMP Maria Immaculata dengan nilai 80.67

Baca juga: SMP Swasta Kota Tangerang dengan Nilai UN Tertinggi

Hasil tersebut merupakan hasil UN SMP dengan rerata nilai tertinggi Bahasa Indonesia dan tidak secara langsung menunjukan pemeringkatan atau ranking sekolah di Kota Tangerang.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hasil UN ini akan digunakan untuk tindak lanjut pembenahan terhadap proses pembelajaran di sekolah seperti disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Bogor, Jawa Barat, (30/5).  

“Bukan nilai bagus yang ditindaklanjuti, tetapi yang jelek. Dilihat mata pelajaran apa, gurunya siapa. Gurunya yang dipanggil untuk di-treat (diberikan pelatihan),” jelas Mendikbud ketika memberikan pengarahan di hadapan ratusan guru SMA/SMK peserta Pendidikan dan Pelatihan Sertifikasi Pendidik dan Keterampilan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bisnis dan Pariwisata (PPPPTK Bispar), Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang), Totok Suprayitno mengatakan ada berbagai faktor yang memengaruhi nilai ujian di suatu daerah.

“Kami tidak menyajikan mana daerah tertinggi skornya, sikapi bahwa ada faktor-faktor kondisional lokal yang ikut berpengaruh,” disampaikan Totok pada konferensi pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (28/5).

Tujuan utama dilaksanakannya UN adalah sebagai pemetaan kualitas pendidikan dan mengukur Indeks Integritas dalam mengerjakan ujian. Dengan adanya pemetaan hasil UN, perhatian pemerintah justru tertuju kepada daerah atau sekolah-sekolah di Indonesia yang nilainya masih rendah, supaya dapat dilakukan perbaikan mutu, baik dari sisi guru maupun siswanya, tambahnya. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:


Close Ads X