Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 13/06/2018, 22:51 WIB
KOMPAS.com - Proses pembelajaran oleh guru saat kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak menjadi satu-satunya indikator Sekolah Ramah Anak (SRA).
 
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Prasetiyani Heryawan mengatakan banyak lagi indikator lainnya yang harus dipenuhi untuk menjadi SRA seperti dikutip dari laman resmi Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi Jawa Barat.
 
“Dengan adanya sekolah ramah anak, bukan berarti hanya bapak ibu guru yang ramah. Harus memahami tiga unsur yang harus kita bangun untuk menyelenggarakan sekolah ramah anak,” ujar Netty.  
 
Netty menuturkan SRA bukanlah suatu program yang instan. Perlu adanya tekad dan kemauan dari semua pihak untuk mewujudkannya.
 
Menurutnya ada 3 unsur penting yang dapat mewujudkan SRA:
 
1. Perangkat keras 
 
Yang dimaksud dengan perangkat keras di sekolah adalah kelayakan dan keamanan bangunan sekolah untuk peserta didik, mulai dari fasilitas, jumlah toilet yang rasional dengan jumlah siswa-siswi, hingga kebersihan makanan di kantin. 
 
 
“Kita harus mewujudkan sebuah proses pendidikan, sebuah tempat di mana anak-anak mendapatkan ilmu baru dan pengetahuan baru, benar-benar ramah anak. Dari bangunannya. Dari tolietnya, dari ruang kelasnya, termasuk juga dari papan tulisnya. Kemudian, perpustakaan, laboratorium, hingga kantin,” paparnya. 

2. Perangkat lunak
 
Unsur kedua adalah perangkat lunak, yaitu kurikulum. Kurikulum memang sudah diatur oleh pemerintah pusat, tapi penyampaiannya di sekolah tidak perlu memberatkan peserta didik.

3. Brainware 
 
Netty menuturkan sekolah adalah tempat siswa berinteraksi antar satu dengan lainnya. Interaksi di sini pun dilakukan oleh kepala seklah, guru-guru hingga masyarakat lainnya. 

“Saya melihat yang paling mudah untuk kita membuat sekolah kita menjadi SRA adalah aspek brainware. Ada perubahan paradigma, pola pikir, sikap dan perilaku dari para kepala sekolah, guru dan peserta didik,” jelasnya. 
 
Netty juga menegaskan SRA ini sangat penting untuk melahirkan calon pemimpin masa depan dan calon anak bangsa yang sukses. 
 
“Hari ini kita berpacu dengan waktu, kalau kita tidak ingin menjadi tamu dan penonton di negeri sendiri. Maka, sudah saatnya hari ini kita jadikan sekolah di Jawa Barat sebagai sekolah ramah anak,” ucap Netty.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+