Kompas.com - 20/06/2018, 18:56 WIB
Anak dengan kemampuan berbahasa yang baik dapat mengendalikan kemarahannya lebih baik. shutterstockAnak dengan kemampuan berbahasa yang baik dapat mengendalikan kemarahannya lebih baik.

KOMPAS.com - Liburan hampir berakhir dan tahun ajaran baru akan datang menjelang. Orangtua yang memiliki anak balita (bawah lima tahun) akan mulai sibuk memilih sekolah terbaik untuk anak tercinta.

Ada beberapa orangtua memilih sekolah untuk anak atas pertimbangan ikut teman. Anak teman bersekolah di A, mereka ikut menyekolahkan di A.

Ada juga orangtua memilih karena pertimbangan gedung dan fasilitas sekolah bagus. Bahkan tidak sedikit pula memilih sekolah anak mengikuti gengsi. Dan, masih banyak alasan lain menjadi dasar orangtua memilih sekolah untuk anaknya.

Perlu diperhatikan, jangan sampai salah memilihkan sekolah sehingga membuat anak tidak nyaman dan 'mogok' di tengah jalan atau malah trauma sekolah. 

lalu, bagaimana cara memilihkan sekolah yang tepat untuk anak?

Sahabat Keluarga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan beberapa tips berikut yang dapat menjadi acuan orangtua :

1. Jarak tidak terlalu jauh

Faktor utama dalam memilih sekolah untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jarak sekolah yang tidak terlalu jauh. Mengapa? Jarak tempuh yang terlalu jauh bisa membuat anak kecil kelelahan di jalan. Rasa lelah itu bisa membuat anak tidak bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

2. Pembelajaran menyenangkan

Suasana belajar menyenangkan, tidak membosankan, dengan pola pembelajar yang kreatif akan membuat anak senang belajar. Tidak kalah pentingnya adalah kepribadian guru-guru pengajarnya. Ramah, suka tersenyum dan baik hati membuat anak merasa nyaman, merasa diterima sehingga membuat mereka senang berada di sekolah.

3. Berpihak perkembangan anak

Pilih sekolah yang berpihak kepada perkembangan anak, yaitu melalui pendekatan pembelajaran terpadu atau menyeluruh. Hal ini bisa dilihat dari metode dan kegiatan pembelajarannya apakah dapat merangsang perkembangan anak secara optimal.

Baca juga: Mengembangkan Kreativitas Anak di Rumah

 

Pendidikan anak yang holistik atau menyeluruh biasanya mencakup enam aspek perkembangan anak, yaitu moral agama, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni. Semua itu penting untuk perkembangan anak di tahap awal.

4. Penataan kelas atau lingkungan

Salah satu ciri anak adalah suka bergerak aktif, seperti berlari. Pastikan penataan lingkungan mampu memberikan ruang gerak untuk anak. Tak hanya itu, pastikan pula penataan kelas mengasyikan dan aman bagi anak untuk belajar dan bermain.

5. Program belajar

Tak kalah pentingnya dalam memilih sekolah untuk anak adalah dalam hal program belajar. Sebagai contoh, masa sekolah di TK adalah saat pertama bersosialisasi: mencari teman, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Untuk itu pastikan program belajar di sekolah mampu memberi peluang bagi anak untuk bisa melakukan hal tersebut.

Pastikan pula terdapat program melatih kemandirian yang berguna bagi anak di masa mendatang, seperti latihan ke toilet, memakai dan melepas sepatu sendiri, makan sendiri, dan banyak lagi.

Begitu juga dengan outdoor study atau kegiatan luar ruang, yakni kegiatan belajar di luar sekolah yang sangat penting untuk belajar bersosialisasi dengan alam dan lingkungan baru.

Namun satu hal yang tidak boleh dilewatkan meski sudah melihat-lihat, mempertimbangkan dari berbagai hal dan yakin dengan pilihan kita, yaitu menanyakan kepada anak. Sekolah mana yang menjadi keinginannya. Walaupun masih kecil, anak perlu diajak bicara dan didengarkan keinginannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.