Tips Bangkit setelah Gagal Lolos SBMPTN

Kompas.com - 04/07/2018, 16:40 WIB
Peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk Program Studi Desain Produk ITS mengikuti ujian keterampilan seni rupa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/6). Dari 778 peserta yang akan diterima 100 peserta.  KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAPeserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk Program Studi Desain Produk ITS mengikuti ujian keterampilan seni rupa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/6). Dari 778 peserta yang akan diterima 100 peserta.

KOMPAS.com - Kegagalan pasti akan menyisakan kekeceweaan, kesedihan, maupun ketidakpuasan.

Bagi yang tidak lolos dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018, jangan larut dalam kesedihan.

Psikolog Unit Layanan Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS), Laelatus Syifa, M.Psi, mengatakan, dampak psikologis seseorang yang tidak lolos tes SBMPTN bergantung pada konsep kegagalan menurut diri masing-masing.

"Dampak untuk anak-anak yang tidak lolos, sebenarnya akan bergantung konsep kegagalan bagi mereka. Pasti kalau enggak keterima, sedih ya, jelas. Itu hal yang wajar karena posisinya menginginkan sesuatu, tetapi tidak tercapai," kata Lukas kepada Kompas.com, Rabu (4/7/2018) siang.

Baca juga: Mereka yang Gagal SBMPTN dan Memilih untuk Tidak Putus Asa...

Konsep kegagalan ini dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan orangtua sejak kecil.

"Sejak kecil dididiknya seperti apa? Misal nilai akademik, masuk ke SMP atau SMA favorit adalah hal yang ditekankan. Kalau mereka gagal, mereka dimarahi. Jika sejak kecil dihargai dengan usahanya, semisal tidak diterima, tetapi dilihat dari usahanya, akan menganggap sesuatu ada hikmahnya," kata dia.

Lingkungan terdekat dari objek (peserta yang tidak lolos) memberikan pengaruh besar pada objek tersebut.

"Keluarga, terutama orangtua, keluarga dekatnya, itu akan berpengaruh pada mereka untuk cepat bangkit atau tidak. Kalau secara psikologis, seseorang yang gagal pasti bersedih. Tapi, jika seseorang tersebut memiliki dukungan keluarganya bagus, itu akan lebih cepat bangkit. Cari jurusan yang lain, cari universitas yang lain," ujar Latus.

Tips bangkit

Latus mengatakan, mereka yang tidak lolos SBMPTN pasti butuh recovery dan penerimaan atas hasil yang tak sesuai harapan.

Jika dihadapkan pada banyaknya orang yang bertanya tentang hasil SBMPTN, ia mengatakan, berikan jawaban apa adanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skor PISA 2018, Ari Widowati: 'Alarm Keras' untuk Segera Lakukan Perubahan

Skor PISA 2018, Ari Widowati: "Alarm Keras" untuk Segera Lakukan Perubahan

Edukasi
10 Tanggapan 'Mas Menteri' Soal 'Rapor Merah' Skor PISA Indonesia

10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Edukasi
Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Edukasi
Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Edukasi
Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Edukasi
Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Edukasi
Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Edukasi
Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Edukasi
Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Edukasi
ITB Juara 'Huawei ‘ICT Competition 2019-2020' Tingkat Nasional

ITB Juara "Huawei ‘ICT Competition 2019-2020" Tingkat Nasional

Edukasi
Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Edukasi
Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Edukasi
Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Edukasi
Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Edukasi
Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Edukasi
Close Ads X