Panel Surya "SMART" Antar Dua Mahasiswa UI ke Kompetisi Asia Pasifik

Kompas.com - 18/07/2018, 15:10 WIB
Dua mahasiswa UI, Clarissa Merry, mahasiswa jurusan Teknik Kimia FTUI dan Rivaldo Gurky, mahasiswa jurusan Teknik Mesin FTUI yang akan bersaing di tingkat Asia Pasifik dalam ajang kompetisi energi terbarukan ?Go Green in the City 2018? Dok. UI Dua mahasiswa UI, Clarissa Merry, mahasiswa jurusan Teknik Kimia FTUI dan Rivaldo Gurky, mahasiswa jurusan Teknik Mesin FTUI yang akan bersaing di tingkat Asia Pasifik dalam ajang kompetisi energi terbarukan ?Go Green in the City 2018?

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) meraih juara pertama seleksi final Go Green in The City (GGITC) Indonesia dalam ajang kompetisi energi terbarukan, Kamis (12/7/2018), di Gedung Schneider Electric, Jakarta.

Dua mahasiswa yang tergabung dalam tim RISE ini adalah Clarissa Merry (Teknik Kimia) dan Rivaldo Gurky (Teknik Mesin).

Tim RISE akan mewakili Indonesia pada ajang final GGITC 2018 tingkat Asia Pasifik yang akan berlangsung pada 28-29 Agustus 2018.

Para peserta di ajang ini akan memperebutkan tiket Grand Final yang akan diselenggarakan di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat pada November 2018.

Dua mahasiswa UI yang akan mewakili Indonesia bersaing di tingkat Asia Pasifik dalam ajang kompetisi energi terbarukan ?Go Green in the City 2018? .Dok. UI Dua mahasiswa UI yang akan mewakili Indonesia bersaing di tingkat Asia Pasifik dalam ajang kompetisi energi terbarukan ?Go Green in the City 2018? .
Clarissa dan Rivaldo mengusung ide "Shape Memory Alloy for Reliable Trackers (SMART)".

SMART yang dibawa tim RISE merupakan proyek alat tenaga surya yang dapat secara fleksibel mengikuti arah gerak matahari.

Dengan sifat fleksibel tersebut, energi listrik yang dihasilkan dari tenaga surya dapat meningkat sekitar 18 persen dibandingkan sistem panel surya konvensional.

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com dari rilis resmi Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, dalam satu hari, alat ini diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik hingga 31,6 MWh, setara dengan menghidupkan 2.300 rumah tangga serta menghemat pengeluaran biaya listrik sebesar Rp 17 juta per hari.

Proyek yang dibuat tim RISE diharapkan dapat menjawab permasalahan akan kebutuhan sumber energi dan mendukung program pemerintah dalam rangka pemerataan akses listrik hingga pelosok desa di seluruh wilayah Indonesia dengan basis sumber energi alternatif yang ekonomis.

Kompetisi GGITC

Kompetisi GGITC diselenggarakan oleh Schneider Electric, perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan otomasi dari Jerman.

Kompetisi ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan memfasilitasi generasi muda untuk ikut ambil bagian mencari solusi dalam pengelolaan energi terbarukan yang efisien di kawasan perkotaan.

Sejak tahun 2010, kompetisi GGITC telah diikuti oleh total 7.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Tim RISE dari UI tersebut, memenangkan ajang ini setelah mengalahkan 350 tim mahasiswa dan mahasiswi dari 100 universitas di seluruh Indonesia.



Terkini Lainnya

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Megapolitan
Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Regional
Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Megapolitan
Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Megapolitan
Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Megapolitan
Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Regional
Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Regional
Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Regional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Regional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional

Close Ads X