Konferensi "Cambridge" Pertama Indonesia, Menjawab Tantangan Global

Kompas.com - 08/08/2018, 20:38 WIB
Salah satu grup panel diskusi dalam Cambridge International Conference 2018 (8/8/2018)Dok. Kompas.com Salah satu grup panel diskusi dalam Cambridge International Conference 2018 (8/8/2018)

KOMPAS.com - Tidak kurang dari 200 guru dan kepala sekolah dari sekolah Cambridge di wilayah Jabodetabek menghadiri "Cambridge Conference Indonesia" yang diadakan kali pertama di di Indonesia, Jakarta, 8 Agustus 2018.

Kegiatan ini menjadi salah satu konferensi pendidikan terbesar dalam lingkup nasional yang diselenggarakan Cambridge Assessment International Education (Cambridge International)

Cambridge Conference Indonesia tahun ini berfokus mempersiapkan siswa Indonesia untuk siap di tingkat dunia.

1. Berbagi informasi praktis

"Konferensi ini merupakan platform khusus di mana Cambridge International, bersama dengan para ahli dalam bidang Pendidikan berbagi infomasi praktis mengenai cara mengembangkan iklim pendidikan," kata Dr Ben Schmidt, Direktur Regional Cambridge Education untuk Asia Tenggara dan Pasifik di sela-sela seminar kepada Kompas.com. 

Ben menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan akan membantu mengembangkan kebiasaan belajar dan keterampilan siswa sehingga dapat sukses tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga di tempat kerja dan dalam hidup.

Baca juga: Babak Baru Kurikulum Cambridge International di Indonesia

Saat ini, globalisasi, revolusi digital, migrasi massal, perubahan iklim dan pasar global menuntut jenis lulusan baru yang siap di tingkat dunia.

 

2. Menyiapkan siswa secara global

Itu artinya, sekolah dituntut mempersiapkan siswa mampu menjawab tantangan tersebut. Sekolah harus mampu melahirkan lulusan yang percaya diri, bertanggung jawab, reflektif, inovatif dan aktif terlibat dalam dunia yang penuh dengan keragaman sosial, budaya, etnis, dan agama, tambah Ben.

Cambridge Conference Indonesia kali ini menghadirkan pakar-pakar edukasi sebagai pembicara dan diisi dengan topik-topik menarik serta informasi terbaru dari Cambridge International.

Beberapa pembicara internasional diantaranya Paul Ellis, Head of Teaching and Learning Strategy, Cambridge International. Paul membahas secara rinci bagaimana guru dan siswa dapat bekerja sama untuk mempersiapkan siswa agar siap di tingkat dunia.

3. Ragam pembicara internasional

Turut hadir, Dr Benson Soong, Pendiri Advanced Pedagogy Pte Ltd Singapore, melalui materi “Don’t Stop Talking at the Back of the Class” membahas bagaimana dalam mengajar siswa, guru mendorong siswa untuk berani berbicara di dalam kelas.

Tampil pula konsultan pendidikan internasional, matematikawan, dan penulis Dr Alison
Borthwick membedah pentingnya mata pelajaran STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) dalam lanskap pendidikan yang berubah.

"Salah satu tantangan pendidikan di wilayah Asia Tenggara dan pasifik adalah kompetensi standar guru berwawasan global. Konferensi ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjembatani tantangan tersebut dalam meningkatkan kompetensi guru," jelas Ben.

Saat ini kurikulum Cambridge International telah diadopsi di 160 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, telah terjadi peningkatan yang signifikan jumlah sekolah Cambridge dari 180 menjadi 218 dalam dua tahun terakhir.



Terkini Lainnya

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Megapolitan
Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Regional
Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Megapolitan
Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Megapolitan
Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Megapolitan
Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Regional
Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Regional
Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Regional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Regional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional

Close Ads X