Upacara Gabungan Untar TNI Polri dan Soal Degradasi Nasionalisme

Kompas.com - 17/08/2018, 12:28 WIB
Untar bersama TNI dan Polri mengadakan upacara gabungan dalam Peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 RI (17/8/2018) Dok. Untar Untar bersama TNI dan Polri mengadakan upacara gabungan dalam Peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 RI (17/8/2018)

KOMPAS.com - Universitas Tarumanagara (Untar), bersama TNI dan Polri mengadakan upacara gabungan dalam Peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 RI. Upacara diikuti jajaran yayasan dan pimpinan Untar, dosen, mahasiswa dan karyawan serta personil TNI dan Polri, Jumat (17/8/2018) di halaman kampus I Untar. 

 

Rektor Untar Prof Agustinus Purna Irawan bertindak selaku pemimpin upcara dengan komandan upacara dari personil TNI Kodim Jakarta Barat. Untuk petugas upacara dipilih mahasiswa Untar dari berbagai fakultas.

1. Nilai nasionalisme modal kepemimpinan

Rektor Untar dalam kesempatan ini menyampaikan perguruan tinggi khususnya Untar dapat mengenang proses kemerdekaan Indonesia sehingga dapat membangkitkan semangat nasionalisme pada setiap warga negara terutama sivitas akademika Untar.

“Perguruan tinggi adalah tempat dilahirkannya para pemimpin masa depan sehingga sudah seharusnya nilai-nilai nasionalisme sudah tertanam di dalam diri mahasiswa. Kelak bila mereka jadi pemimpin akan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada pribadinya ”, ujarnya.

Baca juga: Untar dan TNI Bekali Pendidikan Karakter Kepada Generasi Milenial

Agustinus menambahkan Untar adalah perguruan tinggi yang memiliki nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan entrepreneurship. Ketiga nilai tersebut sudah diberikan kepada mahasiswa diantaranya adalah dengan menanamkan jiwa nasionalisme kepada bangsa dan negara yang berlandaskan Pancasila. 

3. Degradasi nasionalisme

Agustinus melihat saat ini pudarnya nasionalisme menjadi tantangan yang harus dihadapi saat ini. " Nasionalisme mengalami degradasi, sedikit-sedikit muncul pertentangan. Berantem," jelas Agustinus.

Tantangan ini bisa muncul dari berbagai faktor; keegoan, media sosial, mudah menyebarnya ujaran kebencian, kesenjangan sosial hingga faktor geopolitis dapat membuat nasionalisme mengalami degradasi.

DIharapkan kegiatan ini diharapkan hal ini dapat membangun semangat yang lebih baik lagi dan menjadi contoh dalam lingkungan yang lebih luas.

"Semangat Saya Indonesia, Saya Pancasila, Saya Bela Negara diharapkan menjadi nilai yang mendorong kita semua untuk bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia," imbau Agustinus. 

2. Upacara gabungan bersama TNI Polri

Tujuan Untar melaksanakan upacara gabungan bersama TNI dan Polri adalah untuk memperkokoh persatuan antar elemen di masyarakat. Indonesia adalah milik semua dan semuanya punya kewajiban mempertahankan kemerdekaan.

Menurut Rektor, perguruan tinggi termasuk Untar juga TNI dan Polri serta elemen lainnya punya kewajiban yang sama dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sesuai bidang masing-masing.

“Melalui upacara bersama ini kita tunjukkan bahwa kita siap menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia”, ungkapnya. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X