Daftar 14 Universitas Swasta Terbaik 2018 versi Kemenristek

Kompas.com - 19/08/2018, 10:39 WIB
Menristek Mohammad Nasir menjelaskan kepada media perubahan Kopertis menjadi LL Dikti (26/7/2018).Dok. Kemenristekdikti Menristek Mohammad Nasir menjelaskan kepada media perubahan Kopertis menjadi LL Dikti (26/7/2018).

KOMPAS.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti) kembali mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi (PT) Indonesia tahun 2018 bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73, (17/8/2018).

“Klasterisasi ini dijadikan Kemenristekdikti melakukan pembinaan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas, penyusunan kebijakan, serta memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai performa perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo.

1. Perguruan Tinggi Swasta

Berdasarkan data pemeringkatan dari laman resmi Kemenristekdikti, perguruan tinggi swasta ( PTS) masuk dalam kluster 2 yang terdiri dari 72 perguruan tinggi (swasta dan negeri) dari seluruh Indonesia.

Pemeringkatan PTS tahun 2018 berdasarkan 100 PT terbaik menurut Kemenristekdikti adalah sebagai berikut:

14. Universitas Tarumanegara peringkat 50

13. Universitas Sanata Dharma peringkat 49

12. Universitas Surabaya peringkat 45

11. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta peringkat 42

10. Universitas Kristen Petra peringkat 41

9. Universitas Bina Nusantara peringkat 40

Baca juga: Ini Dia, 14 Universitas Terbaik Indonesia 2018 versi Kemenristek

8. Universitas Soegijapranata peringkat 39

7. Universitas Muhammadiyah Surakarta peringkat 38

6. Universitas Muhammadiyah Malang peringkat 36

5. Universitas Katolik Parahyangan peringkat 35

4. Universitas Atma Jaya Yogyakarta peringkat 34

3. Universitas Telkom peringkat 33

2. Universitas Atma Jaya Jakarta peringkat 30

1. Universitas Islam Indonesia peringkat 29

2. Indikator penilaian

Pada tahun 2018 ini, terdapat penambahan satu komponen utama penilaian yaitu Kinerja Inovasi. Oleh karena itu, komponen utama yang digunakan untuk menilai performa perguruan tinggi Indonesia mencakup 5 (lima) komponen utama, yaitu:

  • Kualitas SDM, yang mencakup prosentase jumlah dosen berpendidikan S3, prosentase jumlah lektor kepala dan guru besar, dan rasio mahasiswa terhadap dosen;
  • Kualitas Kelembagaan, yang mencakup akreditasi institusi dan program studi, jumlah program studi terakreditasi internasional, jumlah mahasiswa asing, serta jumlah kerjasama perguruan tinggi;
  • Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan, yang mencakup kinerja kemahasiswaan;
  • Kualitas Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, yang mencakup kinerja penelitian, kinerja pengabdian pada masyarakat, dan jumlah artikel ilmiah terindeks scopus per jumlah dosen dan
  • Kualitas inovasi, yang mencakup kinerja inovasi.

3. Lima pengelompokan peringkat

“Perubahan atau penambahan indikator pada beberapa komponen utama diharapkan dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut,” harap Patdono.

Perubahan yang sangat signifikan dalam klasterisasi tahun ini yaitu dengan memasukkan Kualitas Inovasi sebagai salah satu komponen utama dengan tujuan untuk lebih mendukung kebijakan Kemenristekdikti dalam hiliriasasi hasil riset ke sektor industri.

Dari hasil analisis pada Pangkalan Data Pendidikan Tingi (PDDikti) Kemenristekdikti, diperoleh 5 (lima) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi:

Klaster 1 berjumlah 14 perguruan tinggi; Klaster 2 berjumlah 72 perguruan tinggi; Klaster 3 berjumlah 299 perguruan tinggi, Klaster 4 berjumlah 1,470 perguruan tinggi, dan Klaster 5 berjumlah 155 perguruan tinggi.


Terkini Lainnya

Jaksa: Pemberian Uang ke Eni Tak Mungkin Tanpa Keikutsertaan Idrus Marham

Jaksa: Pemberian Uang ke Eni Tak Mungkin Tanpa Keikutsertaan Idrus Marham

Nasional
Anggota Litbang BPN: Hasil Survei Litbang Kompas Serupa Hasil Survei Internal 4 Bulan Lalu

Anggota Litbang BPN: Hasil Survei Litbang Kompas Serupa Hasil Survei Internal 4 Bulan Lalu

Nasional
Joko Driyono Kembali Mangkir Pemeriksaan Kasus Pengaturan Skor

Joko Driyono Kembali Mangkir Pemeriksaan Kasus Pengaturan Skor

Megapolitan
Elektabilitas Ranking Tiga, Golkar Harus Kerja Keras di Tengah Kasus Korupsi

Elektabilitas Ranking Tiga, Golkar Harus Kerja Keras di Tengah Kasus Korupsi

Nasional
TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

Regional
PDI-P Ingin Golkar dan PKB Kalahkan Gerindra dalam Pileg, Ini Alasannya

PDI-P Ingin Golkar dan PKB Kalahkan Gerindra dalam Pileg, Ini Alasannya

Nasional
Di Balik Kemewahan Pemakaman Bos Mafia New York yang Tewas Ditembak

Di Balik Kemewahan Pemakaman Bos Mafia New York yang Tewas Ditembak

Internasional
Bayi Perempuan Ditemukan di Halaman Belakang Rumah Warga di Bekasi

Bayi Perempuan Ditemukan di Halaman Belakang Rumah Warga di Bekasi

Megapolitan
Siapa Partai Paling Tunduk dengan Pilihan Capres Cawapresnya?

Siapa Partai Paling Tunduk dengan Pilihan Capres Cawapresnya?

Nasional
Elektabilitas Tertinggi, PDI-P Jadikan Ini Modal untuk Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Elektabilitas Tertinggi, PDI-P Jadikan Ini Modal untuk Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Kasus PLTU Riau, Idrus Marham Dituntut 5 Tahun Penjara

Kasus PLTU Riau, Idrus Marham Dituntut 5 Tahun Penjara

Nasional
Caleg Grindra Ini Diduga Langgar Aturan karena Belum Mengundurkan Diri dari Kades Klagen

Caleg Grindra Ini Diduga Langgar Aturan karena Belum Mengundurkan Diri dari Kades Klagen

Regional
Margarito Kamis: UU ITE Terkait Perlindungan Konsumen, Bukan Kebebasan Berekspresi

Margarito Kamis: UU ITE Terkait Perlindungan Konsumen, Bukan Kebebasan Berekspresi

Nasional
KPU Jombang Ajak Pemilih Millenial Cerdas Kenali Caleg

KPU Jombang Ajak Pemilih Millenial Cerdas Kenali Caleg

Regional
Polisi Sergap Pengguna Narkoba Saat Buang Air Kecil di Sungai

Polisi Sergap Pengguna Narkoba Saat Buang Air Kecil di Sungai

Regional


Close Ads X