ITB Kirimkan Instlasi Pengolahan Air untuk Gempa Lombok

Kompas.com - 20/08/2018, 21:03 WIB
ITB mengirimkan bantuan berupa alat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.Dok. ITB ITB mengirimkan bantuan berupa alat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

KOMPAS.com - Institut Teknologi Bandung ( ITB) mengirimkan bantuan berupa alat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tujuan dikirimnya alat tersebut untuk membantu masyarakat Lombok yang sedang kesulitan air bersih. Seperti diketahui, minimnya air bersih dan sarana mandi cuci kakus (MCK) menjadi persoalan dihadapi masyarakat Lombok. 

Ditambah lagi, kondisi kekeringan kini tengah terjadi seperti di Kabupaten Lombok Utara dan Barat bagian utara yang mayoritas berada di pegunungan. Sumur-sumur menjadi dangkal karena getaran gempa menyebabkan sumurnya runtuh sehingga tertutupi pasir.

1. Kapasitas 18 ribu liter per jam

Dilansir dari laman resmi ITB, IPA mobile mempunyai kemampuan produksi air bersih kapasitas 5 liter per detik atau 18 ribu liter per jam. Dengan adanya alat tersebut bisa memenuhi kebutuhan air minum, MCK untuk 500 kepala keluarga atau setara 2 ribu orang dalam keadaan normal. Jika dalam keadaan darurat atau bencana, bisa memenuhi 4 ribu-5 ribu orang.

Baca juga: ITB Lantik 2.222 Mahasiswa Baru dan Imbau Tidak Batasi Pikiran

"IPA mobile 5 liter per detik ini dirancang untuk kebutuhan penduduk yang belum memperoleh layanan PDAM, dengan sumber air baku sungai, danau, situ, atau embung," kata Bagus Budiwantoro dari Kelompok Keahlian Perancangan Mesin Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.

Pengiriman alat tersebut merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITB, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Yayasan Solidarity Forever dan PT. Tekno Mas Tirta selaku pemilik IPA mobile tersebut.

2. Rencana tiba di Lombok 22/8/2018

Pengiriman alat tersebut dilakukan pada Jumat (17/8/2018) diangkut memakai truk melalui jalur darat lalu setelah tiba di Tanjung Priok kapal akan berangkat via jalur laut langsung ke Lombok. Rencananya truk akan tiba di Lombok pada Rabu (22/8/2018). ITB juga mengirim satu truk lagi untuk keperluan di sana.

IPA mobile akan ditempatkan di saluran irigasi hulu sungai di Kabupaten Lombok Utara karena merupakan lokasi kerusakan terparah akibat gempa. Pihaknya telah berkoordinasi dengan satker bencana Lombok untuk penempatan alat. Hasil produksi air akan disalurkan melalui 17 mobile tangki ke posko-posko pengungsian.

"IPA Mobile sesuai dengan namanya dapat berpindah-pindah tempat dan dirancang untuk daerah kesulitan air dan darurat. Alat ini dirancang bersama oleh tim dari Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Teknik Penerbangan," kata Bagus.

Rencananya alat tersebut akan tetap berada di Lombok sampai dicabut statut tanggap darurat oleh pemerintah. Dia berharap alat tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Lombok untuk kebutuhan air bersih. 



Terkini Lainnya

Kejaksaan Masih Teliti Berkas Kasus Eggi Sudjana

Kejaksaan Masih Teliti Berkas Kasus Eggi Sudjana

Nasional
Sebelum Meninggal, Mantan Presiden Mesir Sebut Punya 'Banyak Rahasia'

Sebelum Meninggal, Mantan Presiden Mesir Sebut Punya "Banyak Rahasia"

Internasional
Kande Tompa, Tradisi Mencari Jodoh Masyarakat Buton Setelah Lebaran

Kande Tompa, Tradisi Mencari Jodoh Masyarakat Buton Setelah Lebaran

Regional
6 Fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Alasan Tersangka Serang Sopir Bus hingga Tes Kejiwaan

6 Fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Alasan Tersangka Serang Sopir Bus hingga Tes Kejiwaan

Regional
Petitum Sengketa Hasil Pilpres Disebut Tak Lazim, Ini Respons Tim Hukum Prabowo-Sandiaga

Petitum Sengketa Hasil Pilpres Disebut Tak Lazim, Ini Respons Tim Hukum Prabowo-Sandiaga

Nasional
[POPULER NUSANTARA] Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipali | Pernikahan TKI dengan Mahar Xpander Seharga 256 Juta

[POPULER NUSANTARA] Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipali | Pernikahan TKI dengan Mahar Xpander Seharga 256 Juta

Regional
KPK Periksa Rektor IAIN Pontianak sebagai Saksi Kasus Romahurmuziy

KPK Periksa Rektor IAIN Pontianak sebagai Saksi Kasus Romahurmuziy

Regional
Tersangkut Kasus Narkoba, Oknum Polisi Dipecat Tidak Hormat

Tersangkut Kasus Narkoba, Oknum Polisi Dipecat Tidak Hormat

Regional
Fakta Penangkapan Pria dalam Video Hoaks 'Server KPU Diatur'

Fakta Penangkapan Pria dalam Video Hoaks "Server KPU Diatur"

Nasional
Viral Video Tabrakan Beruntun Bus dengan Truk Tangki di Padang

Viral Video Tabrakan Beruntun Bus dengan Truk Tangki di Padang

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung MK Saat Sidang Hari Ini

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung MK Saat Sidang Hari Ini

Megapolitan
Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

Edukasi
LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

Edukasi
Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Nasional
Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

Regional

Close Ads X