Lombok Bangkit, Relawan dan Kemendikbud Bangun Posko Psikoedukasi - Kompas.com

Lombok Bangkit, Relawan dan Kemendikbud Bangun Posko Psikoedukasi

Kompas.com - 11/09/2018, 13:38 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy menyanangkan Gerakan Kembali Sekolah di lapangan Bumi Gora, kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), kota Mataram, Minggu (9/9/2018).Dok. Kemendikbud Mendikbud Muhadjir Effendy menyanangkan Gerakan Kembali Sekolah di lapangan Bumi Gora, kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), kota Mataram, Minggu (9/9/2018).

KOMPAS.com - Usai apel pencanangan "Gerakan Kembali ke Sekolah (9/9/2018), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melepas 21 truk membawa bantuan bagi warga belajar di berbagai wilayah di NTB.

Bantuan berisi paket peralatan sekolah, peralatan permainan dan kesenian, alat tulis dan kertas untuk keperluan sementara kegiatan sekolah, serta logistik untuk keperluan tenaga kependidikan.

Bantuan tersebut akan didistribusikan ke tujuh kabupaten/kota terdampak gempa bumi, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Kota Mataram.

1. Bantuan pemerintah 258 miliar rupiah

Total bantuan disiapkan Kemendikbud untuk penanganan gempa di NTB sebesar Rp 258 miliar. Bantuan tersebut merupakan optimalisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta donasi dari seluruh pegawai Kemendikbud.

"Pemerintah pusat telah optimal menangani masalah gempa NTB ini. Pada akhirnya yang harus menyelesaikan adalah masyarakat dan pimpinan daerah NTB sendiri," ujar Muhadjir.

Sampai saat ini Kemendikbud telah menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 360 ribu siswa NTB. Segera akan dilakukan pemutakhiran data untuk memberikan penambahan jumlah siswa penerima manfaat.

2. Kemendikbud dan relawan posko psikoedukasi

Bersama relawan dari berbagai lembaga dan komunitas, Kemendikbud memberikan pelayanan psikososial dan psikoedukasi, serta trauma healing kepada para siswa dan guru. Tim Posko Pendidikan juga secara rutin menghadirkan bioskop keliling untuk menghibur pengungsi.

Baca juga: Lombok Bangkit, Kemendikbud Canangkan Gerakan Kembali Ke Sekolah

Mendikbud mengimbau agar pemberian bantuan harus relevan dengan kebutuhan. Ia mengimbau agar unit-unit pelaksana teknis dapat fokus memberikan bantuan yang paling dibutuhkan, berbasis data, dan meningkatkan koordinasi antar lembaga baik pusat maupun daerah, serta lembaga nonpemerintah.

"Laporan jangan yang baik-baik saja. Ini memang berat, tetapi kerja keras kita untuk membangun kembali NTB. NTB harus bangkit kembali, lebih baik lagi," pesannya kepada peserta Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Lombok yang diselenggarakan Minggu sore di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD Dikmas) NTB.

3. Menguatkan mental dan menjadi lebih baik lagi

Muhadjir berharap agar Posko Pendidikan dan para guru dapat memelopori pendidikan karakter bagi siswa melalui beragam aktivitas dan keteladanan di kelas-kelas sementara. Momentum bencana ini, menurutnya, dipandang tepat untuk mendidik kerja sama, gotong royong, kemandirian anak-anak NTB.

"Mereka juga bisa diajak untuk ikut kerja bakti, membersihkan lingkungan sekitarnya. Bencana ini memang ujian, kalau dimanfaatkan dengan baik dapat menguatkan mental, dan membuat kita semua menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Kemendikbud juga akan menambah sebanyak 650 tenda untuk sekolah darurat sehingga total tenda yang didistribusikan lebih dari 1.000 unit. "Target kita seratus persen siswa NTB kembali ke sekolah dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Muhadjir.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X