Kalkulator dan Praktik Pembelajaran STEM di Indonesia - Kompas.com

Kalkulator dan Praktik Pembelajaran STEM di Indonesia

Kompas.com - 28/09/2018, 17:12 WIB
IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai kompetensi yang dianggap mampu menjawab tantangan dunia pendidikan dan lapangan kerja, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) memiliki konsekuensi logis untuk dipraktikkan dan tidak sekadar teori.

Catatan T. Torlakson pada bukunya yang bertajuk Innovate: A Blueprint For Science, Technology, Engineering, and Mathematics in California Public Education yang terbit pada 2014 sebagaimana termaktub pada laman eurekapendidikan.com menunjukkan bahwa ada empat definisi STEM.

Definisi STEM

Ada 4 definisi STEM menurut Torlakson:

1. Sains yang mewakili pengetahuan mengenai hukum-hukum dan konsep-konsep yang berlaku di alam.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar, Kemendikbud Luncurkan PINTAR

2. Teknologi yang merupakan keterampilan atau sebuah sistem yang digunakan dalam mengatur masyarakat, organisasi, pengetahuan atau mendesain serta menggunakan sebuah alat buatan yang dapat memudahkan pekerjaan

3. Teknik atau engineering adalah pengetahuan untuk mengoperasikan atau mendesain sebuah prosedur untuk menyelesaikan sebuah masalah.

4. Matematika yang merupakan ilmu yang menghubungkan antara besaran, angka, dan ruang yang hanya membutuhkan argument logis tanpa atau disertai dengan bukti empiris.

Seluruh aspek ini dapat membuat pengetahuan menjadi lebih bermakna jika diintegrasikan dalam proses pembelajaran.

Praktik STEM

Bertolak dari makin tingginya kebutuhan tentang pemahaman STEM di Indonesia, produsen kalkulator elektronik asal Jepang, Casio, melakukan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kerja sama yang ditandatangani oleh Mendikbud Muhadjir Effendy dan Wakil Presiden Eksekutif Casio Computer Co., Ltd Hiroshi Nakamura salah satunya meliputi kesempatan bagi 20 siswa asal Indonesia menjalankan praktik kerja lapangan terkait STEM di pabrik Casio di distrik Amphoe Chokcai, Nakhon Ratchasima, Thailand.

"Kegiatan dimulai Oktober 2018," kata  Hiroshi Nakamura. Ia menambahkan selama masa praktik kerja lapangan sepanjang 3 bulan mulai Oktober 2018 para pelajar akan tinggal di hotel dekat lokasi pabrik.
 
Sementara itu, kerja sama lainnya antara kedua belah pihak adalah penggunaan kalkulator dalam kegiatan belajar mengajar pada 20 sekolah di Indonesia.

Kalkulator sebagai media pembelajaran 

Tujuan kerja sama bidang ini adalah melihat efektivitas penggunaan kalkulator dalam kegiatan belajar mengajar khususnya matematika. Sebelumnya, Casio telah berkomitmen menyelenggarakan pelatihan matematika bagi para pendidik Indonesia dan telah dilakukan secara rutin sejak 2017 lalu.

Sementara itu, untuk meningkatkan kompetensi peserta didik dalam bidang matematika, sejak 2016 lalu, Casio telah menyelenggarakan kompetensi matematika yang diikuti sejumlah sekolah di Indonesia.

Seperti yang dilaksanakan di Inggris, Amerika dan Singapura, dalam kompetisi ini, peserta diperbolehkan untuk menggunakan kalkulator. Dengan demikian, para peserta bisa berkonsentrasi penuh dalam proses pemecahan masalah dan hanya menggunakan sedikit waktu untuk proses penghitungan dengan bantuan kalkulator ilmiah.

"Saya yakin  kemitraan ini akan membawa pengaruh positif bagi pelajar Indonesia, sehingga mereka memiliki kompetensi unggul untuk menjadi calon pemimpin masa depan,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy.



Close Ads X