Kompas.com - 02/10/2018, 16:44 WIB
Siswa-siswa Kompleks Persekolahan Tarakanita di Jalan Wolter Monginsidi 118, Jakarta Selatan melihat hasil karya membatik pada peingatan Hari Batik Nasional. Kegiatan diselenggarakan di halaman sekolah SD Tarakanita 2 pada Selasa (2/10/2018).


Dokumentasi SD Tarakanita 2 JakartaSiswa-siswa Kompleks Persekolahan Tarakanita di Jalan Wolter Monginsidi 118, Jakarta Selatan melihat hasil karya membatik pada peingatan Hari Batik Nasional. Kegiatan diselenggarakan di halaman sekolah SD Tarakanita 2 pada Selasa (2/10/2018).

Sementara, pada teknik shibori, perlindungan pada pola dari pewarna dilakukan dengan cara melipat, melilit, maupun mengikat kain. Biasanya, warna yang dipakai pada teknik shibori adalah indigo.

Peringatan Hari Batik Nasional

 

Semoga tak lekang dalam ingatan bahwa tepat 2 Oktober hari ini, kita memperingati Hari Batik Nasional.

Inspirasi penetapan Hari Batik Nasional adalah penetapan Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE).

Batik adalah Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity), begitu pernyataan UNESCO.

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan secara tertulis Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.

Jadilah, mulai saat itu, setiap 2 Oktober, segenap lapisan masyarakat mulai dari siswa sekolah hingga orang dewasa diimbau mengenakan busana batik.

Mengenalkan batik sejak dini

Masih ada hubungannya dengan batik, Mardiyah, pengusaha UMKM yang menjadi pemilik sekaligus pengelola Omah Colet di kawasan Kota Legenda Dukuh Zamrud, Bekasi Timur, kepada Kompas.com, menuturkan pesannya tentang membatik bagi siswa sekolah zaman now yang hidup di tengah zaman serba cepat dan cenderung instan.

"Anak-anak seusia SD sebetulnya bisa dikenalkan budaya-budaya di lingkungan sekitar kita sejak dini. Kan sekarang semua bisa dilihat di YouTube," tulis Mardiyah.

Mardiyah yang memilih terjun ke bisnis batik setelah 19 tahun bekerja di bank punya tiga pesan menantang dari proses seni batik tulis, khususnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.