KILAS

Era Digital, Peran Guru Tidak Tergantikan oleh Robot

Kompas.com - 02/10/2018, 17:38 WIB
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano dalam Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018, Selasa (2/10/2018), di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. KOMPAS.com/HARIS PRAHARADirektur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano dalam Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018, Selasa (2/10/2018), di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia semakin lama semakin digital saja. Rasanya sulit membantah hal ini. Menguatnya teknologi digital juga telah menimbulkan disrupsi dalam berbagai segi kehidupan manusia.

Contohnya saja, proses produksi di pabrik yang mulai menggunakan robot sebagai tulang punggung utamanya.

Terkait kondisi itu, acap kali muncul pandangan bakal hilangnya sejumlah pekerjaan akibat digitalisasi.

Bahkan, sejak 2016, Forum Ekonomi Dunia telah memprediksi, sepanjang 2015-2020 akan ada 5,1 juta sampai 7,1 juta orang di dunia kehilangan pekerjaan akibat digantikan robot.

Penyebabnya tak lain adalah disrupsi besar-besaran imbas kemajuan teknologi digital.

Meski banyak pekerjaan diprediksi lenyap oleh revolusi digital, namun ada pula pekerjaan yang diyakini tetap eksis. Misalnya saja, profesi guru atau tenaga pendidik.

Keyakinan tersebut turut diutarakan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano dalam Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018, Selasa (2/10/2018), di Jakarta.

BACA JUGA: Mendikbud Ungkap 3 Ciri Guru Profesional

Menurut Supriano, kehadiran guru bakal tetap langgeng meskipun era digital terus berkembang secara eksponensial.

"Guru tetap bakal ada, tidak bisa diganti robot. Sampai kapan pun tetap dibutuhkan," ujarnya.

Walau profesinya dipandang tak akan tergerus, lanjut Supriano, guru tetap mesti mengasah kompetensi dirinya. Itu dilakukan agar kualitas ekosistem pendidikan dapat semakin mapan.

Paling tidak, terdapat beberapa hal yang selayaknya terus ditingkatkan oleh guru di Tanah Air. Ambil contoh, dalam hal kreativitas mengajar. 

"Bila dahulu pola mengajar cenderung berbasis teori maka pada era sekarang, sudah harus berbasis aktivitas," ucap Supriano.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman menambahkan, kapasitas seorang guru seyogianya terus ditingkatkan agar sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X