KILAS

Program Kemitraan GTK Jadi "Kunci" Pemerataan Mutu Pendidikan

Kompas.com - 05/10/2018, 15:26 WIB
Workshop Tahap II Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Program Kemitraan Guru Pendidikan Menengah DOK HUMAS Ditjen GTK KemendikbudWorkshop Tahap II Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Program Kemitraan Guru Pendidikan Menengah


KOMPAS.com
– Melalui Program Kemitraan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk saling berbagi praktik dan pengalaman terbaiknya.

Program tersebut pun dinilai efektif menjembatani interaksi positif antar sesama guru dan tenaga kependidikan dalam rangka peningkatan mutu di sekolah masing-masing.

Hal ini karena melalui program tersebut guru dapat belajar dari kelas guru lain. Caranya dengan mengamati seksama, melakukan refleksi pembelajaran bersama, mempraktikan di lapangan dan menerapkan di sekolah masing-masing.

Sebagai contoh, guru yang mengalami kesulitan menghadapi siswa-siswa yang motivasi belajarnya rendah bisa mencari solusi dengan cara berdiskusi bersama guru lain.

Setelah mendapatkan solusi, maka mereka dapat mempraktikannya langsung di kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian percepatan pemerataan mutu pendidikan dapat segera terwujud.

BACA JUGA:  4 Tantangan bagi Guru Masa Kini

Memang diskusi di antara guru diperlukan karena biasanya pendidik memiliki kecenderungan mengajar dengan gaya yang pernah dialaminya. Misal, ketika dahulu di sekolah suatu materi diajar dengan metode ceramah saja, maka guru cenderung mengajar materi tersebut dengan ceramah juga.

Untuk itu, pada Program Kemitraan GTK ini, guru diberikan kesempatan memperoleh pengalaman pengelolaan pembelajaran yang terbaik dan inovatif. Mulai dari perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelacaran (RPP), proses pembelajaran, maupun proses penilaian peserta didik sesuai dengan kurikulum K13.


Meski begitu pelaksanaan program tersebut tidak bisa diadopsi dengan cepat-cepat. Ini karena setiap guru butuh adaptasi. Hal ini diamini Staf Ahli Menteri Pendidikan (Mendikbud) James Modow.

“Proses adopsi inovasi pembelaran inovatif seperti itu tidak bisa cepat karena perlu adaptasi dengan budaya setempat,” ucap James Modow saat memberikan pengarahan pada Workshop Program Kemitraan Guru Pendidikan Menengah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X