Hadiri AKSI 2018, Presiden Jokowi Minta Hal Ini kepada Siswa Indonesia - Kompas.com

Hadiri AKSI 2018, Presiden Jokowi Minta Hal Ini kepada Siswa Indonesia

Kompas.com - 10/10/2018, 10:49 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberikan pengarahan kepada ketua OSIS dan ketua sie kerohanian SMA dan SMK dari seluruh Indonesia dalam acara AKSI (Apresiasi Kebangsaan Siswa/Siswi Indonesia) 2018 di Bogor,10 Oktober 2018.
Dok. Kompas.com Presiden Joko Widodo didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberikan pengarahan kepada ketua OSIS dan ketua sie kerohanian SMA dan SMK dari seluruh Indonesia dalam acara AKSI (Apresiasi Kebangsaan Siswa/Siswi Indonesia) 2018 di Bogor,10 Oktober 2018.

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy menyempatkan diri hadir dalam acara AKSI (Apresiasi Kebangsaan Siswa/Siswi Indonesia) 2018 di Bogor, Jawa Barat, 10 Oktober 2018.

Acara yang diadakan Direktorat Pembinaan SMA dan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) ini bertujuan memberikan pendidikan dan pelatihan wawasan kebangsaan kepada ketua OSIS dan ketua sie kerohanian SMA dan SMK dari seluruh Indonesia.

Tidak kurang 540 siswa dan 68 guru pendamping dari 34 provinsi hadir dalam kegiatan ini. Ada beberapa pilar karakter nilai ditanamkan dalam ajang AKSI 2018 tahun ini: nasionalisme, kemandirian, religius dan gotong royong. 

Tantangan era Industri 4.0

Presiden mengingatkan kepada para siswa, memasuki era industri 4.0 bukanlah perkara mudah. Namun, hal ini memberikan kesempatan dan tantangan untuk dapat bersaing dengan bangsa lain.
 
"Perubahan di era industri 4.0 sangat cepat. Bahkan perubahannya 3 ribu kali lebih cepat bila dibandingkan era industri 1.0. Baru saja kita belajar Artificial Intellegence sudah muncul Internet of Thing, lalu muncul lagi Cryptocurrency, ada lagi 3D printing, ada lagi advance robot. Dan semua hal itu sudah berjalan saat ini," kata Presiden Jokowi memberikan gambaran.
 
 
Presiden juga menceritakan kepada siswa saat pengalamannya bertemu pendiri Facebook Mark Zuckerberg yang mengajaknya bermain 'virtual pingpong'. "Tidak hanya pingpong, nanti akan ada juga sepakbola dan lainnya. Bayangkan, kita bisa bermain sepak bola tanpa lapangan dan tanpa bola namun bisa mencetak gol," lanjut Presiden Joko Widodo. 
 

Jokowi dan Mobile Legends 

Presiden juga mengajak para siswa belajar dari para anak muda lain yang telah lebih dulu sukses dalam memanfaatkan teknologi seperti para pendiri GoJek, Tokopedia dan Bukalapak. Mereka menjadi trilyuner dalam usia yang masih muda, tambah Presiden.
 
"Kalian tahu Mobile Legends? Saya tadinya tidak tahu sampai akhirnya tahu 'Kaisar' yang ada di Mobile Legends," cerita Presiden yang langsung disambut tepuk tangan siswa. Presiden kemudian menceritakan bagaimana ada seorang remaja dapat menghasilkan ratusan juta dari permainan ini.
 
"Saya memberikan apresiasi positif untuk acara AKSI ini. Ini adalah kesempatan yang baik bagi kalian. Kenalilah teman-teman dan kawan-kawan dari berbagai provinsi. Saling mengenal karena negara ini negara besar," Presiden mengingatkan.
 

Menjadi bangsa besar dengan kerja keras 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan berdasarkan data Bapenas dan juga Bank Dunia, Indonesia berpotensi menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke-4 di dunia tahun 2045 dengan pendapat perkapita mencapai 29 ribu US dolar.
 
"Masa depan ini milik kalian. Bayangkan kita menjadi negara ekonomi terkuat ke-4 di dunia. Namun untuk mencapai itu semua dibutuhkan kerja keras," tegasnya.
 
Selanjutnya, Presiden juga meminta seluruh siswa untuk menjaga persatuan. "Aset terbesar kita adalah kerukunan. Kita harus menjaga itu," imbau Presiden Jokowi.
 
Presiden juga meminta kepada para ketua OSIS dan sie kerohanian dari seluruh Indonesia, untuk mengajak teman-teman yang lain berperan aktif dalam meluruskan hoax di media sosial.



Close Ads X