Kemendikbud Alokasikan Rp 246,5 Miliar untuk Bencana Palu-Donggala

Kompas.com - 12/10/2018, 22:36 WIB
Mendikbud saat kunjungan di lokasi pasca gempa Palu, Sabtu (06/10/2018). Dok. KemendikbudMendikbud saat kunjungan di lokasi pasca gempa Palu, Sabtu (06/10/2018).

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta siswa terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Jumlah satuan pendidikan, siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan terdampak akan terus diperbaharui berdasarkan perkembangan di lapangan setiap harinya.

Dilansir dari laman resmi Kemendikbud, Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) menerangkan per 6 Oktober 2018, sebanyak 422 sekolah mengalami kerusakan, 80 guru dan tenaga kependidikan serta 59 siswa menjadi korban, baik meninggal, hilang, maupun rawat inap. 

"Nanti kita akan pastikan, dari data dapodik (data pokok pendidikan) dikurangi data terdampak yang dilaporkan tim," disampaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Poppy Dewi Puspitawati, di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Pendataan masih belum optimal

Tim dari direktorat teknis telah terjun ke lapangan sejak hari pertama pascabencana. "Yang paling penting, kita telah mengaktivasi pos pendidikan, yang kita pusatkan di LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Sulawesi Tengah," kata Poppy.

Proses pendataan, diakui Poppy, masih belum optimal khususnya di wilayah Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Cukup banyak pendidik maupun tenaga kependidikan yang belum teridentifikasi statusnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Kemendikbud Latih Guru Daerah Terpencil

 

Mereka dikabarkan mengungsi di gunung dan di luar wilayah Sulteng atau diduga menjadi korban tsunami dan likuifaksi. Selain itu, masih banyak lokasi yang terisolasi. Posko Pendidikan terus memperbaharui data setiap hari setiap pukul 7 malam.

Saat ini, sebanyak 26 pegawai LPMP Sulteng belum diketahui statusnya. Seorang staf bernama Arifin, dan seorang anak dari staf LPMP menjadi korban meninggal. Dua rumah pegawai dilaporkan hilang/amblas akibat likuifaksi, dan tiga rumah dinyatakan rusak berat. LPMP Sulteng mengalami kerusakan ringan, tetapi masih dapat menjalankan fungsinya.

Alokasi dana Kemendikbud

Kemendikbud telah mengalokasikan Rp 246,5 miliar untuk penanganan bencana di Sulteng. Selain untuk bantuan pembangunan sekolah darurat, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk bantuan berupa tunjangan khusus kepada guru terdampak bencana di Sulteng, serta pemulihan kegiatan belajar.

Bantuan tersebut merupakan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemendikbud Tahun 2018. Beberapa mata anggaran masih memerlukan proses revisi di Kementerian Keuangan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.