Kompas.com - 19/10/2018, 17:46 WIB

KOMPAS.com - Sejak tahun 2009, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) telah menjadi salah satu agenda penting Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas dalam rangka membangun manusia Indonesia unggul.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah bagi siswa SMA/MA mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan dalam meneliti dan berinovasi, serta menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan siswa.

OPSI 2018 sebanyak 275 SMA dan 55 Madrasah Aliyah berpartisipasi dalam ajang penelitian remaja ini. Sebanyak 1.593 proposal penelitian diterima panitia dari 30 provinsi. 

Meneliti itu seru

Tahun ini OPSI diadakan tanggal 15-20 Oktober 2018 di kota Semarang, Jawa Tengah. OPSI 2018 mengusung semangat dengan tema ”Meneliti Itu Seru”. 

"OPSI ingin mengubah pandangan umum siswa terhadap penelitian yang dianggap serius, sulit dan membosankan. OPSI ingin memberikan siswa pengalaman meneliti dengan cara menyenangkan, sehingga minat meneliti terus meningkat dan dapat ditularkan pada teman dan lingkungannya," jelas Kasubdit Peserta Didik, Juandanilsyah.

Baca juga: Menuju Indonesia 4.0 dan Membangun Budaya Penelitian Generasi Milenial

Terkait tema ini, dalam kesempatan OPSI 2018 juga diluncurkan secara resmi buku "Meneliti Itu Seru" yang disusun oleh pembina OPSI dan diterbitkan Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud.

Karya buku "Meneliti Itu Seru" dimaksudkan sebagai wujud nyata untuk mencapai tujuan OPSI dan juga untuk memberikan panduan penelitian bagi peneliti muda.

Pemantik budaya penelitian siswa

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2018 diadakan tanggal 15-20 Oktober 2018 di kota Semarang, Jawa Tengah dengan tema ?Meneliti Itu Seru?. Dok. Direktorat PSMA Kemendikbud Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2018 diadakan tanggal 15-20 Oktober 2018 di kota Semarang, Jawa Tengah dengan tema ?Meneliti Itu Seru?.

"Secara garis besar buku 'Meneliti itu Seru' adalah buku pemantik, pancingan atau pra-pengantar dari keinginan untuk membawa anak-anak milenial lebih senang dan gandrung meneliti," jelas Asep Sukmayadi, Kepala Seksi Bakat dan Prestasi Peserta Didik SMA Kemendikbud. 

Lebih jauh Asep memaparkan dalam buku ini memberi gambaran bahwa meneliti itu seru dan keren karena bisa membawa generasi muda pada petualangan yang tidak semua orang bisa menjelajahinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.