Kompas.com - 01/11/2018, 12:16 WIB
Kolaborasi pegiat literasi Kalimantan Utara dalam ajang Festival Literasi Sekolah 2018 di Gedung Kemendikbud Jakarta (30/10/2018). Dok. INOVASIKolaborasi pegiat literasi Kalimantan Utara dalam ajang Festival Literasi Sekolah 2018 di Gedung Kemendikbud Jakarta (30/10/2018).

KOMPAS.com - Kalimantan Utara (Kaltara) provinsi termuda di Indonesia punya cara berbeda membangun gerakan literasi. Lewat kolaborasi pemerintah daerah, pegiat literasi, universitas, sekolah, lembaga internasional, BUMN dan perusahaan swasta, gerakan literasi di Kaltara mampu menjangkau banyak tempat di pedalaman dan perbatasan.

“Kekuatan ini yang kami manfaatkan. Dengan bekerjasama, kami bisa menjalankan gerakan literasi lebih besar, cepat dan luas,” tutur Bunda Baca Kaltara, Rita Ratina Irianto, Selasa (30/10/2018) di sela-sela acara Festival Literasi Sekolah 2018 di Gedung Kemendikbud Jakarta.

Jaringan solid pemajuan literasi

Rita mengatakan Kaltara memiliki banyak komunitas, lembaga-lembaga dan perusahaan yang sudah terlebih dahulu menjalankan program literasi. Mereka memiliki pengalaman, pengetahuan dan jaringan kerja yang sudah teruji.

Beberapa diantaranya adalah Forum Guru Tapal Batas (FGTB), Komunitas Jendela Nusantara (KJN), Gerakan Malinau Peduli Rakyat (Gempur), One Person One Book (Opob), Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tarakan, Satgas GLS Bulungan, Universitas Borneo Tarakan (UBT), Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), CSR Bank Indonesia, Medco Energy dan banyak lainnya.

Baca juga: FLS 2018 dan Momentum Mengintegrasikan Literasi dalam Kurikulum 2013

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Dengan wilayah Kaltara yang luasnya hampir dua kali Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tidak bisa sendirian membangun budaya literasi. Kami menyatukan semua kekuatan dan potensi yang ada di Kaltara melalui kelompok kerja atau pokja literasi,” tutur Rita.

Meningkatkan mutu pendidikan kelas awal

Kolaborasi pegiat literasi Kalimantan Utara dalam ajang Festival Literasi Sekolah 2018 di Gedung Kemendikbud Jakarta (30/10/2018).Dok. INOVASI Kolaborasi pegiat literasi Kalimantan Utara dalam ajang Festival Literasi Sekolah 2018 di Gedung Kemendikbud Jakarta (30/10/2018).

Erix Hutasoit, Communication Officer Program INOVASI Kaltara kepada Kompas.com meyampaikan pihak INOVASI mendukung penuh pokja literasi yang digagas Bunda Baca Kaltara. Ia mengatakan sejak Desember 2017, INOVASI telah berkerjasama dengan Pemprov Kaltara.

Kerjasama ini merupakan bagian dari kemitraan pendidikan antara Australia – Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya literasi di kelas awal.

“Saat ini INOVASI bekerja di dua kabupaten yaitu Bulungan dan Malinau. Kami kembangkan program rintisan di 20 SD untuk mendapatkan cara-cara terbaik meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas awal,” tutur Erix.

Selain program rintisan kelas awal, INOVASI juga membangun kemitraan dengan Universitas Negeri Makasar (UNM), Universitas Borneo Tarakan (UBT), Litara dan Opob. Kemitraan ini mendorong penumbuhan budaya membaca yang menyenangkan melalui pengembangan bahan bacaan, penguatan peran perpustakaan desa dan peningkatan mutu sekolah.

Membangun literasi menyenangkan bagi anak

Kolaborasi pegiat literasi Kalimantan Utara dalam ajang Festival Literasi Sekolah 2018 di Gedung Kemendikbud Jakarta (30/10/2018).Dok. INOVASI Kolaborasi pegiat literasi Kalimantan Utara dalam ajang Festival Literasi Sekolah 2018 di Gedung Kemendikbud Jakarta (30/10/2018).

“Proses kemitraan ini akan menghasilkan banyak pengalaman baru dalam meningkatan mutu
pendidikan. Melalui pokja literasi ini nantinya, kami bisa menyebarluaskan pengalaman baik
dari Program INOVASI kelebih banyak sekolah di Kaltara,” tambahnya.

Sedangkan Dharmawati, pegiat Forum Guru Tapal Batas (FGTB) mengatakan banyak model kolaborasi literasi sudah dijalankan di Kaltara.

Komunitas-komunitas telah rutin mengirimkan relawan ke daerah-daerah pesisir, pedalaman dan perbatasan untuk mengembangkan budaya baca. Mereka juga aktif mengorganisir pelatihan dan lokakarya bagi guru.

Tujuannya, agar guru mampu membuat bahan ajar berbasis literasi menyenangkan bagi anak.

Kolaborasi antara FGTB dan KJN contohnya, telah menjangkau 55 sekolah dan memberikan manfaat kepada sedikitnya 16 ribu siswa diberbagi tempat di Kaltara,” tambah Dharmawati yang juga Kepala SDN 037 Tarakan.

Dharmawati juga mengatakan, saat ini FGTB dan Bank Indonesia sedang mengembangkan BI  Corner. Program ini mensuplai buku-buku berkualitas kepada warga Bulungan dan Malinau melalui perpustakaan daerah.

Selain itu, BI Corner bisa dimanfaatkan komunitas untuk melakukan ragam kegiatan literasi. ”Kolaborasi ini seperti ini merupakan cara kami untuk mengawal literasi dari tapal batas Indonesia,” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.