Kompas.com - 06/11/2018, 23:26 WIB
Menristekdikti dalam sambutan peresmian Program Novartis Young Innovators? Camp (NYIC) di Gedung Kemenristekdikti di Jakarta (6/11/2018). Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti dalam sambutan peresmian Program Novartis Young Innovators? Camp (NYIC) di Gedung Kemenristekdikti di Jakarta (6/11/2018).

KOMPAS.com - Penelitian dan inovasi adalah faktor penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Pergeseran paradigma dari ekonomi berbasis sumber daya menjadi ekonomi berbasis penelitian dan inovasi tidak dapat dihindari lagi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan ada beberapa masalah penelitian yang masih perlu ditangani di Indonesia terkait SDM seperti jumlah rasio peneliti di Indonesia yang masih rendah dibanding negara ASEAN lain, tumpang tindih penelitian dan hubungan antara penelitian dan industri, serta kesenjangan antara penelitian dan pemanfaatannya.

“Penelitian harus diarahkan pada inovasi dan respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satu inovasi yang sangat dibutuhkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat adalah inovasi di bidang kesehatan dan obat-obatan,” ujar Menristekdikti dalam sambutan peresmian Program Novartis Young Innovator's Camp (NYIC) di Gedung Kemenristekdikti di Jakarta (6/11/2018).

Baca juga: Toleransi Jadi Dasar Inovasi dan Kreativitas

Terkait Program NYIC, Menristekdikti mengatakan kesehatan dan obat-obatan adalah salah satu dari 10 bidang prioritas dalam Rencana Induk Penelitian Indonesia (RIRN) 2017-2045.

“Program ini menargetkan para peserta adalah lulusan baru universitas yang ingin mengembangkan diri, memulai jalur inovasi, dan membuat kontribusi yang signifikan di sektor farmasi dan kesehatan,” jelas Nasir seperti dikutip dari laman Kemenristekdikti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Menristekdikti berharap acara ini akan berfungsi sebagai forum bertukar ide, berbagi pengalaman, pemecahan masalah dan diskusi bagaimana membawa hasil penelitian di antara talenta muda dalam perawatan kesehatan ke hilirisasi dan komersialisasi untuk masa depan Indonesia lebih baik.

NYIC akan diadakan selama 3 hari di Jakarta dan mengundang berbagai pakar dan praktisi. Sebanyak 25 kandidat dari ratusan pendaftar dari berbagai universitas di Indonesia dan mancanegara akan mendapatkan pembinaan untuk menghasilkan solusi inovatif dalam memajukan sistem kesehatan Indonesia.

President Director Novartis Indonesia Jorge Wagner mengatakan kesehatan merupakan salah satu faktor terpenting kemajuan sebuah bangsa.

“Maka, sebagai salah satu wujud kontribusi nyata Novartis Indonesia melalui kegiatan Novartis Young Innovators’ Camp (NYIC) kami sangat senang melihat para talenta muda ini begitu bersemangat mengikuti acara dan diharapkan menghasilkan solusi inovatif dan aplikatif demi kemajuan sistem kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Jorge.

Turut hadir pada acara tersebut, Duta Besar Swiss Kurt Kunz, Sekretaris Jenderal Ainun Na’im, dan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Dimyati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.