Hari Pahlawan, Menyandingkan Pangeran Diponegoro dan Avenger - Kompas.com

Hari Pahlawan, Menyandingkan Pangeran Diponegoro dan Avenger

Kompas.com - 10/11/2018, 08:00 WIB
Avengers: Infinity WarApartementtherappy.com Avengers: Infinity War

KOMPAS.com - Sosok pahlawan kebangsaan dikuatirkan memudar dalam ingatan generasi milenial. Dikuti dari Kompas (5/11/2018), generasi milenial lebih lancar menceritakan kisah superhero ciptaan industri daripada sosok pahlawan bangsa.

Mereka cenderung lebih mengagumi pahlawan super seperti dalam tokoh-toko fiksi Avenger daripada sosok pahlawan bangsa seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Pattimura, Cut Nyak Dien dan lainnya.

Pengajaran sejarah pahlawan monoton

Salah satu sebab, menurut sejarawan Universitas Indonesia (UI), Bondan Kanumoyoso, adalah cara kita memaknai pahlawan bangsa masih meninggalkan jurang lebar dengan realitas kaum milenial.

"Pelajaran sejarah hanya berhenti pada glorifikasi masa lalu yang tidak relevan dengan masa sekarang," jelas Bondan.

Ia menambahkan, ini terjadi karena sejarah yang disampaikan di sekolah masih menekankan pada penanaman nilai dan hafalan saja belum pada penanaman sikap kritis. Akibatnya, pelajaran sejarah menjadi tidak menarik dan tidak menyentuh persoalan konkret masyarakat.

Manfaat mengenalkan Hari Pahlawan

Menurut forum Sahabat Keluarga Kemendikbud sebenarnya ada banyak manfaat saat kita mengajarkan nilai kepahlawanan kepada anak. Manfaat yang dapat dapat diambil di antaranya:

Baca juga: Pahlawan Ini Gendong Buku Menjaga Nasionalisme di Tapal Batas NKRI

1. Anak akan lebih giat belajar

Tokoh-tokoh besar Indonesia dalam memperjuangkan bangsa Indonesia terlebih dahulu berjerih payah dalam belajar. Beberapa di antaranya menguasai bahasa asing untuk dapat berdiplomasi dengan baik.

Seperti Agus Salim yang menguasai beberapa bahasa asing. Tidak hanya itu, mereka sangat gemar membaca buku. Seperti mantan Presiden Soekarno.

Ini penting karena kebutuhan belajar anak sejak dini haruslah tinggi untuk menjadi bekal yang cukup saat dewasa nanti.

2. Menumbuhkan persatuan

Para pahlawan berasal dari berbagai wilayah dan pulau yang berbeda. Meskipun begitu, mereka memiliki semangat persatuan yang sama, yaitu mewujudkan Indonesia merdeka.

Orangtua dapat menunjukkan contoh persatuan seperti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Padahal, saat itu para pahlawan memiliki bahasa-bahasa yang berbeda.

Dengan begitu, mengenalkan pahlawan akan menumbuhkan sikap bijak dan memiliki jiwa besar pada diri anak. Kemampuan dapat menerima segala hal dari luar dan menyelesaikan persoalannya dengan tepat.

3. Mengakui keberagaman

Kita tahu para pahlawan memiliki beragam latar pendidikan, suku, agama, kemampuan, dan berbagai perbedaan. Meskipun begitu, tidak membuat mereka menonjolkan diri sendiri. Mereka semua lebih mengutamakan kemaslahatan bersama. Kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di sinilah anak-anak akan belajar bagaimana suatu masyarakat dapat mencapai cita-cita dengan baik melalui keutuhan bersama dalam bingkai keberagaman. Perbedaan bukan untuk dipermasalahkan dalam mencapai tujuan bersama.

4. Mencintai bangsa sendiri

Memperkenalkan perjuangan pahlawan akan menumbuhkan sikap cinta tanah air. Anak-anak akan mudah merawat bangsa sendiri dan mau memberikan kontribusi seperti apa yang dilakukan para pahlawan.

Orangtua sebagai orang dewasa dapat memberikan upaya terbaiknya dalam memberikan contoh bagaimana dapat mencintai bangsa sendiri. Memberikan pengarahan dan pendampingan yang tepat agar yang dilakukan anak-anak tidak keliru.


Terkini Lainnya


Close Ads X