Kemendikbud Luncurkan 10 Buku Seri Bung Hatta

Kompas.com - 15/11/2018, 18:11 WIB
Mendikbud dalam peluncuran buku karya Bung Hatta, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2018).Dok. Kemendikbud Mendikbud dalam peluncuran buku karya Bung Hatta, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud), Muhadjir Effendy meluncurkan 10 Buku Karya Lengkap Bung Hatta, Bapak Proklamator Indonesia. Mohammad Hatta, lebih dikenal dengan Bung Hatta, telah menulis sejak usia 16 tahun hingga usia 77 tahun.

Semasa hidupnya, Bung Hatta telah menghasilkan lebih dari 800 karya dalam bahasa Indonesia, Belanda, maupun Inggris. Kumpulan hasil karya ini kemudian dibukukan ke dalam 10 buku.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami, pagi ini hadir tokoh-tokoh yang banyak mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara, hadir di kantor Kemendikbud dalam rangka peluncuran buku pemikiran lengkap dari Bung Hatta," demikian disampaikan Mendikbud dalam sambutan peluncuran buku karya Bung Hatta, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Baca juga: Program Kirim Buku Gratis via PT Pos Distop, Ini Kata Pegiat Literasi

Dilansir dari laman resmi Kemendikbud, Muhadjir menyampaikan hal ini adalah langkah besar yang telah dilakukan dalam mengumpulkan karya tulis Bung Hatta.

Mendikbud mengungkapkan pengalamannya saat bersentuhan dengan hasil pemikiran Bung Hatta. Mendikbud menyampaikan banyak orang menganggap Bung Hatta sebagai pakar ekonomi dan negarawan, termasuk Bapak Koperasi.

Menjadi teladan anak-cucu

 

Namun sebenarnya, menurut Mendikbud, Bapak Proklamator tersebut adalah seorang yang memiliki perspektif ilmu pengetahuan sangat lengkap.

"Saya punya pengalaman intelektual sendiri dengan Beliau. Dalam disertasi saya, kebetulan saya menulis tentang militer, ternyata peletak dasar profesionalisme militer Indonesia itu adalah Mohammad Hatta, dengan kebijakan rasionalisasi militer pada tahun 1949", ungkap Mendikbud.

Menurut Mendikbud, itulah sebetulnya mendasari perkembangan TNI yang pada akhirnya harus membuat pilihan menjadi TNI profesional.

"Ini yang mungkin tidak banyak diketahui. Kita bisa membayangkan jika seandainya waktu itu Mohammad Hatta tidak mengambil langkah yang sangat berani yaitu melakukan rasionalisasi militer, mungkin Indonesia setelah pasca kemerdekaan itu terjadi perang saudara karena masing-masing laskar memiliki senjata yang tidak kalah bagusnya dari tentara republik", jelas Mendikbud.

“Dengan terbitnya buku ini, akan menjadi sebuah karya besar yang bisa kita jadikan suri teladan untuk anak cucu kita tentang pemikiran-pemikiran Beliau yang akan tetap otentik dan abadi," tambah Mendikbud.

Masih sangat relevan

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan) Kemendikbud, Hilmar Farid, menerangkan bahwa penerbitan "10 Buku Karya Lengkap Bung Hatta" merupakan hasil kerja sama Kemendikbud dengan Perhimpunan Indonesia untuk Pengembangan Ekonomi dan Sosial (BINEKSOS) dan penerbit Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES).

“Kami menyetujui melakukan kerja sama untuk menerbitkan buku ini, karena pemikiran Bung Hatta masih sangat relevan dengan situasi sekarang ini. Dengan membaca karya Bung Hatta kita diingatkan kembali bahwa niat utamanya yaitu mengembangkan ekonomi dan untuk kebahagiaan orang banyak. Oleh karena itu, saya menyambut dengan baik dan mendukung sekali gagasan ini," kata Dirjen Hilmar.

Sementara itu, perwakilan dari keluarga, sekaligus puteri sulung Bung Hatta, Meutia Hatta, menyampaikan harapannya agar nilai-nilai dan pokok-pokok pikiran Bung Hatta yakni membangun perekonomian nasional untuk mencapai peningkatan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi modal dasar bagi anak bangsa khususnya pemuda zaman milenial yang sering menyebut dirinya sebagai hidup di zaman now.

Tugas pemuda "zaman now"

"Saya berharap bahwa penyebutan dan penekanan mengenai zaman now tidak menjuruskan kaum muda kita untuk mengabaikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Zaman now tidak boleh kosong," ujar Meutia Hatta.

Menurutnya, tugas pemuda zaman now tidak saja melanjutkan perjuangan para pahlawan dan para perintis kemerdekaan, tetapi lebih dari itu, mereka perlu meningkatkan daya juang, kapabilitas, ilmu pengetahuan teknologi, dan ilmu pengetahuan humaniora di dalam zaman milenial yang serba digital dan penuh distrupsi ini.

"Humanisme harus tetap terjaga dan pembangunan tetap dalam garis membangun manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," pungkasnya.

Sepuluh Buku Karya Lengkap Bung Hatta terdiri dari 10 judul, yaitu, (1) Kebangsaan dan Kerakyatan, (2) Kemerdekaan dan Demokrasi, (3) Perdamaian Dunia dan Keadilan Sosial, (4) Keadilan Sosial dan Kemakmuran, (5) Sumber Daya Ekonomi dan Kebutuhan Pokok Masyarakat, (6) Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat, (7) Filsafat, Ilmu, dan Pengetahuan, (8) Agama, Pendidikan, dan Pemuda, (9) Renungan dan Kenangan, dan (10) Surat-surat.


Terkini Lainnya

14 Panduan dan Tata Cara Naik MRT Jakarta

14 Panduan dan Tata Cara Naik MRT Jakarta

Megapolitan
Alasan Ma'ruf Amin Tak Kampanye Perdana Bersama Jokowi di Serang

Alasan Ma'ruf Amin Tak Kampanye Perdana Bersama Jokowi di Serang

Nasional
Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Ketua DPW PPP Jawa Timur

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Ketua DPW PPP Jawa Timur

Nasional
Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Regional
BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional
Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Megapolitan
Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Megapolitan
Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Regional
KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

Nasional
BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

Nasional
Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Megapolitan
KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

Nasional
Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Regional


Close Ads X