Kompas.com - 16/11/2018, 19:32 WIB
Seminar Nasional bertajuk Pengembangan Industri Kreatif Sebagai Pondasi Pembangunan Nasional, di Fisipol Universitas Gadjah Mada (16/11/2018). Dok. UGMSeminar Nasional bertajuk Pengembangan Industri Kreatif Sebagai Pondasi Pembangunan Nasional, di Fisipol Universitas Gadjah Mada (16/11/2018).

Ia menuturkan berpikir kreatif sangat melelahkan, namun bagi mereka yang mau berpikir kreatif dan mau melaksanakan ide kreatif tersebut nantinya semua kesulitan akan mudah diatasi. “Kreatif itu capek dan kita harus berpikir mendalam,” katanya.

Stevanus Roy Saputra selaku Co-founder Chicken Crush, ia memulai usaha kuliner sejak pertengahan tahun lalu. Hingga sekarang ini sudah ada 15 outlet di berbagai kota di Indoensia.

Menurutnya pendirian bisnis ayam goreng ini berangkat dari pengalaman melihat usaha ayam geprek yang menjamur di Yogyakarta. “Kita ingin membuat kuliner yang yang segmentasinya anak muda, dari tempat, menu hingga kondisi daging ayamnya yang selalu segar,” katanya.

Dalam pengelola usaha kuliner ini, Roy mengaku mereka membuat sistem pelayanan cukup sederhana bahkan daftar menunya pun dibuat sederhana namun berbeda dengan menu usaha ayam goreng lainnya.

“Kita buat inovasi menunya hingga harga murah sampai ada menu Rp 4000 rupiah per porsi,” kata Roy yang masih berusia 24 tahun ini.

Melahirkan usaha start-up

Sementara Ray Rezky selaku co- founder bantu ternak mengatakan usaha startup di bidang peternakan tersebut dirintis sejak ia masih duduk di bangku kuliah.

Ia mengikuti binaan program Innovative Academy UGM awal 2016 hingga akhirnya bisa melahirkan usaha startup membantu peternak sapi potong di pedesaan agar bisa menjual ternak sapinya langsung ke konsumen tanpa melalui banyak perantara.

Meski mengaku usaha tersebut belum menjanjikan dari sisi bisnis namun startup ini terus berbenah berkembang. Bahkan mereka memiliki ide untuk mengajak banyak orang untuk membantu peternak dengan menjadi investor dalam usaha penggemukan sapi milik peternak di pedesaan.

“Satu sapi bisa dimiliki sepuluh orang, termasuk nantinya kita menyediakan paket pakan, obat dan asurangsi untuk sapinya. Empat bulan dipelihara, dijual, ada selisihnya untuk bagi hasil,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.