Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/09/2018, 15:43 WIB

KOMPAS.com - Pendidikan tinggi diharapkan menjadi ujung tombak rekayasa sosial di era disrupsi seperti saat ini. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) berupaya menjadikan pendidikan tinggi ujung tombak rekayasa sosial demi percepatan kemajuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan dalam kuliah umum dengan tema “Kebijakan Perguruan Tinggi di Era Milenial” disampaikan Prof. Paulina Pannen, Staf Ahli Bidang Akademik Menristekdikti di Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi

Paulina memaparkan saat ini pihaknya masih bekerja keras agar angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi dapat terus merangkak naik. Saat ini, APK itu masih tertahan di angka 31,5%. Dengan angka ini, Indonesia kalah jauh dibandingkan Korea Selatan, misalnya, yang telah mencapai APK sebesar 90%.

Di sisi lain, tantangan zaman terasa semakin nyata. “Paling nyata ialah revolusi industri 4.0 ketika disrupsi teknologi terjadi di mana-mana, digital talent gap semakin lebar antar generasi, dan timbulnya budaya baru,” papar Paulina.

Untuk menyesuaikan diri dengan zaman, ia menyebut Kemristekdikti kini mengadakan tiga bentuk literasi, yakni literasi human, digital, dan teknologi. Ia pun menyodorkan beberapa contoh kebijakan pendidikan tinggi yang dapat dan mungkin diterapkan di Indonesia.

Sertifikasi internasional di dalam negeri

Internship dan entrepreneurship harus jadi bagian dari kehidupan pendidikan tinggi. Kampus-kampus pun diminta agar bisa menjadi “tempat kembali” bagi para alumninya untuk melakukan upskilling dan reskilling.

Baca juga: Kuliah Umum UI: Kita Lupa Membangun Daya Saing Pancasila

Model pembelajaran yang mengadopsi teknologi digital pun lambat laun harus segera ditanggapi. Pembelajaran jarak jauh hingga block chain akademis di mana mahasiswa dapat menempuh kuliah, ujian, sampai mengajukan gelar melalui auditor daring, suatu hari akan jadi kenyataan.

Terkini, Paulina mencontohkan isu yang mulai menghangat soal peluang beroperasinya perguruan tinggi luar negeri (PTLN) di Indonesia. Ia menyebut peluang itu dapat menekan biaya studi ke luar negeri, sekaligus mencuatkankan sertifikasi internasional di dalam negeri dan pemanfaatan fasilitas bersama.

Kampus dalam negeri mulai berbenah

“Kita pun harus melihat peluang perguruan tinggi Indonesia beroperasi di luar negeri,” harapnya seperti dikutip dari laman resmi UI. Terakhir, Paulina mengapresiasi kerja keras kampus-kampus dalam negeri yang terus berbenah demi penilaian yang membaik di kancah internasional.

“Secara istimewa, kami mengapresiasi UI yang sampai saat ini menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan peringkat terbaik di dunia,” pungkasnya.

Kuliah umum Prof. Paulina Pannen disampaikan dalam rangka Dies Natalis ke-2 Sekolah Kaijan Stratejik & Global (SKSG) UI, yang diadakan berbarengan dengan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL UI). Baik SIL maupun SKSG UI awalnya tergabung dalam Program Pascasarjana Multidisiplin Ilmu. Baru pada tahun 2016, keduanya resmi dibentuk secara definitif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+