Indonesia Diprediksi Paling Terdampak Revolusi Industri 4.0 - Kompas.com

Indonesia Diprediksi Paling Terdampak Revolusi Industri 4.0

Kompas.com - 20/11/2018, 16:08 WIB
Ilustrasi teknologi digitalSHUTTERSTOCK Ilustrasi teknologi digital

KOMPAS.com -  Teknologi, otomatisasi, dan disrupsi. Tiga kata ini berdampak pada satu hal: dunia kerja masa depan yang penuh ketidakpastian.

World Economic Forum memprediksi dalam 4 tahun ke depan, 75 juta pekerjaan akan berubah dan 133 juta pekerjaan baru akan muncul sebagai hasil dari perkembangan teknologi.

Satu wilayah yang akan mengalami dampak besar dari perubahan ini adalah Asia Tenggara .

Seiring perkembangan teknologi, kawasan ini diprediksi akan mencoba beralih dari pekerjaan bidang pertanian ke pekerjaan yang berfokus pada layanan dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut laporan terbaru firma riset Oxford Economics dan perusahaan teknologi AS Cisco, transisi itu dapat menghasilkan perubahan 28 juta pekerjaan baru dalam dekade berikutnya, 

Angka itu setara dengan sekitar 10 persen dari total penduduk yang bekerja di negara-negara itu: Indonesia , Malaysia , Filipina , Singapura , Thailand , dan Vietnam .

Baca juga: Ignasius Jonan Ajak Pendidikan Tinggi Bersiap Hadapi Era Industri 4.0

Yang pasti, pergeseran akan mengarah pada munculnya karier baru di industri yang sedang tumbuh. Tetapi itu juga akan menyebabkan 6,6 juta orang kehilangan pekerjaan karena tidak memiliki keterampilan yang diperlukan. 

DIlansir dari CNBC Make It, presiden Cisco untuk Asia Tenggara, Naveen Menon menyampaikan, "Ketika teknologi baru diterapkan, produktivitas akan menurunkan biaya produksi sehingga akan membuat harga barang dan jasa turun. Ini akan meningkatkan daya beli sehingga menciptakan lapangan kerja baru," jelas Menon. .

Lebih khusus lagi, industri ritel dan grosir, manufaktur, konstruksi dan transportasi akan termasuk dalam bidang pekerjaan yang berkembang.

Sektor TI, keuangan dan seni yang lebih kecil di kawasan itu juga akan ikut bertumbuh, .

"Sektor pertanian menyumbang sekitar 76 juta pekerjaan di kawasan ASEAN. Sepertiga dari mereka adalah buruh, yang juga merupakan pekerjaan yang paling rentan terhadap perubahan teknologi karena fokus mereka pada tugas rutin dan usaha fisik," laporan itu mencatat.

Dalam hal kerusakan regional, Indonesia, negara yang paling padat penduduknya di wilayah ini, diprediksi akan mengalami dampak terbesar dari pengalihan pekerjaan. Dengan 9,5 juta pekerjaan, peringkatnya di atas Vietnam dan Thailand yang juga memiliki tenaga kerja pertanian berketerampilan rendah.

Sebaliknya, Singapura dengan populasi relatif sangat kecil, diperkirakan paling siap dan berada di "garis depan kemajuan teknologi" sehingga paling sedikit terdampak perubahan pekerjaan.

 

Karena itu, peralihan ini diharapkan akan merubah bagaimana sistem pendidikan di negara ASEAN dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi disrupsi teknologi dan gelombang besar peralihan pekerjaan.


Terkini Lainnya

Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Megapolitan
Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Regional
Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Megapolitan
BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

Megapolitan
Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Nasional
Ada Fenomena 'Supermoon', BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Ada Fenomena "Supermoon", BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Regional
Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Nasional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

Megapolitan
Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional

Close Ads X