Unair dan Asia University Siapkan Program "Double Degree"

Kompas.com - 20/11/2018, 20:22 WIB
Unair dan Asia University Taiwan melakukan koordinasi mempersiapkan program double degree.Dok. Unair Unair dan Asia University Taiwan melakukan koordinasi mempersiapkan program double degree.

KOMPAS.com - Bertepatan dies natalis ke-64 Universitas Airlangga ( Unair), Unair mengadakan diskusi bersama delegasi dari Asia University (10/11/2018). Dalam diskusi tersebut, Unair dan Asia University Taiwan menekankan pembahasan terkait koordinasi program double degree.

Rapat tersebut dihadiri delegasi Asia University dipimpin Prof. Yinghuei Chen. Turut hadir perwakilan setiap fakultas, termasuk program pascasarjana Unair dan fakultas vokasi. Dalam rapat tersebut hadir Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Hartati, Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Nisful Laila.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unair Prof. Djoko Santoso dalam sambutannya berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik. Dalam diskusi Prof. Djoko berharap Asia University dapat memberikan informasi terkait kebijakan, baik terkait tuition fee maupun persyaratan mahasiswa.

”Biaya hidup mahasiswa selama di sana (Taiwan) seharusnya tidak menjadi kendala besar mengingat, biaya hidup di sana tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: Nur Syamsiyah, Putri Penjual Cilok, Jadi Lulusan Terbaik FISIP Unair dengan IPK 3,90

Selain itu, Prof. Djoko mengungkapkan harapannya terkait kemungkinan Unair dapat melakukan korespondensi dengan Asia University, yakni kemungkinan Unair dapat mengajar dan melakukan research di Asia University.

Di sisi lain, Prof. Chen dalam rapat menjelaskan bahwa untuk biaya kuliah di Asia University sebesar 1.600 dollar AS per semester. Selain itu, terdapat biaya asrama selama lima bulan berkisar 400 dollar AS.

Prof. Chen juga menyarankan mahasiswa memiliki private insurance untuk enam bulan pertama untuk kemudian bisa memiliki national insurance.

”Untuk mahasiswa dari Indonesia dan lokal akan membayar biaya kuliah sama. Kemudian untuk Bachelor dan Master Degree kurang lebih sama,” ucap Prof. Chen.

Meski begitu, mahasiswa dapat bekerja selama 20 jam per minggu selama di Taiwan untuk menambah uang saku. Namun, jika melebihi waktu yang tentukan tersebut, maka dibutuhkan ijin kerja.

Setidaknya terdapat lima fakultas yang direncakan mengikuti program double degree yakni pascasarjana jurusan ekonomi islam dan teknobiomedik, FIB jurusan linguistik (master), FEB jurusan manajemen (sarjana dan master), serta fakultas vokasi jurusan pariwisata, manajemen, Inggris dan akuntasi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X