Menristek Dorong Perguruan Tinggi Buka "Prodi Kekinian"

Kompas.com - 26/11/2018, 21:07 WIB
Menristekdikti saat menjadi narasumber Simposium Nasional Kebangsaan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Jakarta (25/11/2018). Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti saat menjadi narasumber Simposium Nasional Kebangsaan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Jakarta (25/11/2018).

KOMPAS.com - “Pemerintah terus berupaya menekan angka pengangguran untuk menciptakan perekonomian yang lebih produktif dan kompetitif, guna meningkatkan kemandirian bangsa," ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Hal ini disampaikan saat Menristekdikti saat menjadi narasumber Simposium Nasional Kebangsaan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Jakarta (25/11/2018).

Nasir mengatakan pendidikan tinggi merupakan salah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Revitalisasi dan PJJ

 

Sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia, Kemenristekdikti telah mengeluarkan berbagai kebijakan disesuaikan kondisi tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, yakni revolusi industri 4.0.

Revitalisasi pendidikan vokasi menjadi upaya Kemenristekdikti menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan khusus. Lulusan pendidikan vokasi akan dibekali sertifikasi keahlian sehingga dapat diterima bekerja sesuai standar industri.

Baca juga: Presiden Minta Pengurusan Prodi Baru di Perguruan Tinggi Dipermudah

Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PJJ) juga merupakan salah satu terobosan guna meningkatkan akses pendidikan tinggi di negara kepulauan terbesar di dunia ini.

Kehadiran PJJ diharapkan dapat menjadi upaya bagi pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga pendidikan bermutu tidak hanya terkonsentrasi di pulau Jawa atau kota-kota besar, namun juga dapat dinikmati masyarakat di daerah kepulauan atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

"Prodi kekinian"

Selain itu, Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk membuka program studi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan revolusi industri 4.0.

"Program studi kekinian" sangat dibutuhkan karena lulusannya sangat dinantikan dan dibutuhkan dunia industri 4.0.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X