Upaya Mendorong Pendidikan 4.0 Indonesia dari Bali

Kompas.com - 04/12/2018, 12:54 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy dalam International Symposium On Open, Distance and E-Learning 2018 (ISODEL)  mengangkat tema Making Education 4.0 for Indonesia, 3-5 Desember 2018, di Bali. Dok. KemendikbudMendikbud Muhadjir Effendy dalam International Symposium On Open, Distance and E-Learning 2018 (ISODEL) mengangkat tema Making Education 4.0 for Indonesia, 3-5 Desember 2018, di Bali.

KOMPAS.com - Sebagai wujud transformasi pendidikan memasuki revolusi industri keempat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menyelenggarakan International Symposium On Open, Distance and E-Learning 2018 (ISODEL)  mengangkat tema "Making Education 4.0 for Indonesia", 3-5 Desember 2018, di Bali.

“Indonesia telah meluncurkan rencana pembangunan ekonomi nasional Making Indonesia 4.0. Untuk mengikuti perkembangan zaman tersebut, Kemendikbud membuat inisiatif dengan menyelenggarakan simposium internasional dengan tema Pendidikan 4.0. untuk Indonesia,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy, dalam pembukaan simposium (03/12/2018).

Mendikbud mengatakan, Kemendikbud melihat keberadaan Teknologi Infomasi Komunikasi (TIK) menjadi peluang dan tantangan. TIK menurut Mendikbud, membantu pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif, atau lebih mudah dan sederhana.

Menutup kesenjangan akses

“Peningkatan digitalisasi dan otomasi ini juga berdampak signifikan terhadap pendidikan dalam beberapa tahun terakhir,” tutur Mendikbud seperti dilansir dari berita pers Kemendikbud.

Baca juga: Dorong Pembelajaran Berbasis Teknologi, Kemendikbud Gelar ISODEL 2018

Dengan pendidikan 4.0, kata Mendikbud, dapat menutup kesenjangan dalam penyediaan akses dan pendidikan berkualitas untuk populasi atau daerah terisolasi.

Pemerintah telah menyediakan akses informasi, komunikasi, dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil dan pedesaan melalui program Universal Service Obligation (USO) dan pelatihan rumah belajar ke guru di daerah.

“Untuk melaksanakan program di atas, kami bermitra dengan Kemenkoinfo, dan juga dengan sektor swasta, dengan memberikan program yang disebut Bantuan TIK untuk Sekolah di Wilayah 3T. Hingga tahun ini, lebih dari 1.400 sekolah di daerah terpencil hampir di semua provinsi telah terhubung dengan akses internet,” terang Mendikbud.

Fitur ruang kelas digital

Mendikbud memberikan apresiasi kepada Provinsi Bali yang menjadi provinsi pertama di Indonesia mengadopsi portal Rumah Belajar untuk sekolah menengah dan kejuruan.

Rumah Belajar menyediakan fitur ruang kelas digital untuk guru, siswa, dan tenaga kependidikan yang dihubungkan dalam satu atap pendidikan.

Simposium ini diikuti 877 peserta, terdiri dari guru dan tenaga pendidikan, Unit Pelaksana Teknis Kemendikbud, civitas perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, serta pemerhati pendidikan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X