Ijinkan Anak Mengkhayal, Ini 4 Manfaatnya

Kompas.com - 05/12/2018, 22:06 WIB
Ilustrasi anak kesepianstart08 Ilustrasi anak kesepian

KOMPAS.com - Tidak selalu khayalan anak-anak dianggap positif para orangtua. Sebagian menganggap khayalan mereka merupakan hal yang tak sepantasnya dilakukan anak-anak.

Menurut orangtua, anak akan lebih sehat secara mental dan fisik bila bermain di tanah lapang, melakukan aktifitas bersama orangtua atau mengerjakan sesuatu yang terlihat penting.

Padahal, mengkhayal itu tak selalu buruk. Para ilmuwan University of California mengatakan setiap hari kita menghabiskan 30% dari masa hidup untuk berkhayal atau melamun.

Bahkan jika kita sedang bepergian jauh dengan rentang waktu lama, kuantitas khayalan kita akan meningkat sampai 70%.

Ilmuwan mengatakan mengkhayal itu positif. Seseorang yang senang berkhayal akan meningkatkan kreativitas dan lebih bisa memecahkan masalah dan terhindar dari stres.

Baca juga: Pendidikan Anak Usia Dini, Apa yang Harus Dicermati oleh Orangtua?

Daya khayal muncul saat usia 3-5 tahun. Menurut pakar pendidikan, kreativitas dan inovasi dari Inggris, Ken Robinson, khayalan adalah kunci menuju kreativitas dan kemampuan berinovasi, serta membantu anak belajar dengan cara lebih baik.

Dikutip dari forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, banyak hal dapat dipelajari dari anak-anak yang mempunyai daya khayal tinggi, di antaranya:

1. Menambah perbendaharaan kata

Anak adalah peniru ulung yang suka sekali meniru. Ia memperhatikan bahasa yang biasa diucapkan orang dewasa, baik langsung dari orang dewasa di sekitarnya, atau juga bisa merekam kata-kata dari televisi, radio atau media lain.

Didukung dengan daya khayal yang baik, anak-anak menjadi mampu mengumpulkan banyak kosa kata yang ia dengar dengan sangat cepat sehingga membantu untuk bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan secara detil menggunakan pilihan kata baik dan pas.

2. Kreatif memecahkan masalah

Sebuah penelitian di Case Western Reserve University menemukan anak-anak memiliki khayalan tinggi mampu memecahkan masalah dengan baik. Khayalan anak-anak yang pada umumnya meniru orang-orang dewasa, membuat anak merekam hal-hal dilakukan orang dewasa saat menghadapi masalah.

Anak akan mengaplikasikan apa yang ia rekam dan khayalkan untuk ia lakukan sendiri, terutama saat anak menghadapi masalah.

3. Menjadi lebih kreatif

Ketika berkhayal, pikiran akan bepergian dari satu bagian ke bagian lain yang akan membuat kita menjadi lebih kreatif. Menurut trainer Eugene Schwartz, anak penuh dengan imajinasi akan tumbuh menjadi individu kreatif karena imajinasi itu sendiri yang mengembangkan kreativitas anak.

Seperti terjadi pada J.K. Rowling, penulis dikenal novel Harry Potter, ia mengaku ide cerita yang ia tulis berasal dari khayalan. Berkat khayalannya, ia kini menjadi penulis hebat dan bukunya tersebar di seluruh dunia.

4. Menjadi lebih empati dan terbuka

Berkhayal akan membuat kita memposisikan diri seperti orang lain. Hal itu meningkatkan tingkat empati dan cara berpikir kita tentang suatu keadaan.

Biasanya, anak akan mudah tersentuh dengan kondisi yang pernah ia khayalkan. Anak menggunakan fantasi untuk mempraktikkan suatu keterampilan, serta ia juga ingin mencoba menunjukkan perasaan atau perilaku yang mungkin tidak bisa diterima di waktu lain, jelas Carolyn Saarni, profesor konseling Sonoma State University, Barkeley, California.

Anak-anak pengkhayal tidaklah buruk. Keterampilan berkhayal justru akan membantunya belajar banyak hal. Ia akan banyak belajar memahami berbagai keadaan yang ada pada dirinya dan di lingkungan sekitar.

Tugas kita sebagai orangtua adalah memahami mereka dan mengarahkan khayalan mereka pada hal-hal positif. Bukan malah memarahi dan mematikan daya imajinasi mereka.


Terkini Lainnya



Close Ads X