Mencari Titik Temu Pemajuan Pendidikan Periklanan

Kompas.com - 08/12/2018, 14:16 WIB
DPI (Dewan Periklanan Indonesia), DPP Indonesia (Dewan Perguruan Periklanan Indonesia), dan P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) menyelenggarakan Simposium Nasional Pendidikan Periklanan 2018 bertajuk ?Transformasi dan Kolaborasi sebagai Fondasi Komunikasi?, di Gedung Kompas, Jalan Panjang, Jakarta (6/12/2018)Dok. Vokasi UI DPI (Dewan Periklanan Indonesia), DPP Indonesia (Dewan Perguruan Periklanan Indonesia), dan P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) menyelenggarakan Simposium Nasional Pendidikan Periklanan 2018 bertajuk ?Transformasi dan Kolaborasi sebagai Fondasi Komunikasi?, di Gedung Kompas, Jalan Panjang, Jakarta (6/12/2018)

KOMPAS.com - DPI (Dewan Periklanan Indonesia), DPP Indonesia (Dewan Perguruan Periklanan Indonesia), dan P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) menyelenggarakan Simposium Nasional Pendidikan Periklanan 2018 bertajuk “Transformasi dan Kolaborasi sebagai Pondasi Komunikasi”, di Gedung Kompas, Jalan Panjang, Jakarta (6/12/2018)

Dalam kegiatan ini, Ketua Program Studi Vokasi Komunikasi (Vokom) UI, Devie Rahmawati menjadi pembicara bersama dengan Hellen Katherina (The Nielsen Company Indonesia), Janoe Arijanto (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), Edi Taslim (CEO Kaskus Group), Jerry Justianto (Chairman of Association of Asia Pacific Advertising Media).

Pertemuan eksosistem periklanan

“Simposium ini diawali oleh 3 diskusi panjang yaitu 16 Oktober 2018, menghadirkan suara Industri, untuk membahas tentang perubahan besar yang terjadi dalam model bisnis dan kebutuhan kompetensi praktisinya, maupun ekosistem baik di tingkat nasional, maupun global," ujar Amelita Lusia, pemandu acara dan juga Kepala Laboratorium TV Vokasi Komunikasi UI.

Baca juga: Mengubah DNA SMK Kita

Ia menambahkan, pertemuan kedua mendengar suara ekosistem untuk melihat perkembangan teknologi informasi terkini dan tekait kepentingan industri periklanan, khususnya pemanfaatan ‘big data’, konektivitas, dan kecerdasan buatan. Sedangkan pertemuan ketiga menghadirkan suara kampus,” 

“Terjadi fenomena global dimana perusahaan tidak lagi merekrut karyawan yang memiliki gelar. Tidak hanya itu, banyak perusahaan – perusahaan teknologi besar di Indonesia sangat ‘putus asa’ atas supply tenaga kerja," ujar Devie.

Pendidikan vokasi sebagai jawaban

Devie melanjutkan, hal ini dijawab lewat membuka program magang mahasiswa dengan honor besar sekali, dengan harapan dapat langsung mendidik calon karyawan mereka.

"Kondisi ini hanya dapat dirubah dengan pendidikan vokasi,” tegas Devie.

Ia menjelaskan kemajuan Barat didorong desain pendidikan vokasi yang secara nyata menghasilkan lulusan siap kerja. Di Jerman misalnya, jumlah Universitas Terapan (vokasi) dua kali lipat dari universitas berlatar akademik, tambah Devie yang juga alumni DAAD, Jerman.

Pendidikan Vokasi merupakan jawaban bagi Indonesia, karena kurikulum pendidikan vokasi fleksibel dengan resep 3 K yaitu mengikuti Kebutuhan industri, bersandar pada Kearifan lokal dan Keunggulan peserta didik," lanjutnya.

Setiap individu tentu memiliki bakat dan minat yang berbeda satu sama lain. Pendidikan vokasi bersifat mengasah ketrampilan spesialis, sehingga siswa akan bekerja di bidang yang sama dengan kebutuhan industri.

Solusi melalui aplikasi

 

Tidak hanya itu, daerah dapat membangun sekolah yang sesuai dengan karakteristik industri lokal, sehingga industri lokal dapat berkompetisi di kancah nasional dan global,” tutup Devie.

Hellen dan Edi memaparkan bahwa teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat.

“Raksasa-raksasa bisnis yang tidak cepat membaca perubahan seperti Washington Post, yang sudah berusia 130 tahun, akhirnya dibeli Amazon. Padahal di masa lalu, Washington Post pernah menolak permohonan investasi dari Google,” seru Edi, CEO Kaskus.

Sedangkan Janoe, Ketua P3I, menyampaikan bahwa P3I melahirkan solusi berupa aplikasi yang akan menyatukan seluruh elemen negeri yaitu industri, kampus, praktisi periklanan dan mahasiswa untuk dapat berkomunikasi, berkolaborasi dan bersinergi membangun dunia periklanan Indonesia.

“Melalui aplikasi ini, kesenjangan kebutuhan dapat difasilitasi, karena database pengajar, industri, praktisi dan mahasiswa komunikasi akan tercakup di dalamnya,” seru Janoe.



Terkini Lainnya

Melukis Mural, Pekerjaan Tambahan Petugas PPSU Kala Momen Besar Tiba

Melukis Mural, Pekerjaan Tambahan Petugas PPSU Kala Momen Besar Tiba

Megapolitan
Korban Pencabulan Sopir, Loncat dari Minibus Saat Razia Kendaraan

Korban Pencabulan Sopir, Loncat dari Minibus Saat Razia Kendaraan

Regional
Hendak Menyalakan Lampu, Jumli Kaget Meteran Listrik Raib Dicuri

Hendak Menyalakan Lampu, Jumli Kaget Meteran Listrik Raib Dicuri

Regional
Dengar Kesaksian Para Saksi, TKN Nilai Gugatan 02 Sulit Dikabulkan MK

Dengar Kesaksian Para Saksi, TKN Nilai Gugatan 02 Sulit Dikabulkan MK

Nasional
Pria Ini Dorong Istrinya yang Tengah Hamil dari Tebing di Thailand

Pria Ini Dorong Istrinya yang Tengah Hamil dari Tebing di Thailand

Internasional
Gunakan Alamat Sama, Disdik Jabar Panggil Orangtua Pendaftar PPDB 2019

Gunakan Alamat Sama, Disdik Jabar Panggil Orangtua Pendaftar PPDB 2019

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Nasional
Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Internasional
Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Regional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional

Close Ads X