Mengubah "DNA" SMK Kita - Kompas.com

Mengubah "DNA" SMK Kita

Kompas.com - 07/12/2018, 19:34 WIB
Astra Internasional dan Kemendikbud menggelar acara bertajuk Apresiasi SMK Link and Match Industri Unggulan dan Kompeten di SMK Negeri 26, Jakarta (6/11/2018).Dok. Kompas.com Astra Internasional dan Kemendikbud menggelar acara bertajuk Apresiasi SMK Link and Match Industri Unggulan dan Kompeten di SMK Negeri 26, Jakarta (6/11/2018).

KOMPAS.com - Pemerintah melalui program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan terus mengupayakan agar kompetensi lulusan SMK dapat selaras dengan kebutuhan industri.

Hal ini menjadi pokok bahasan dalam acara yang diadakan oleh Astra Internasional dan Kemendikbud bertajuk "Apresiasi SMK Link and Match Industri Unggulan dan Kompeten" di SMK Negeri 26, Jakarta (6/11/2018).

"Saat ini siswa dan guru SMK tidak lagi menjadi kasta kelas 2 bila dibandingkan teman-teman mereka di SMA. Banyak siswa SMK memperoleh prestasi nasional dan internasional. Tidak hanya itu dengan adanya link and match dengan dunia industri, saat siswa SMK paling siap dalam memasuki dunia kerja," ujar Ananto Kusumo Seto, Staf Ahli Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Optimisme Revitalisasi SMK

Berdasarkan data Kemendikbud, Indonesia saat ini memiliki tidak kurang dari 5 juta siswa dari 14 ribu sekolah. Sekitar 10.500 SMK dikelola swasta dan 3.500 lebih lainnya merupakan SMK Negeri pemerintah.

Baca juga: Pemerintah Restui Tambah Kurikulum Lokal di Tingkat SMK

Dari 5 juta lebih siswa SMK tersebut, sebagian besar mengambil peminatan pada bidang Teknologi dan Rekaya (1,6 juta siswa), Bisnis dan Manajemen (1,25 juta siswa) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (1,1 juta siswa). Sisanya tersebar dalam bidang lain seperti pariwisata, kesehatan, agro, maritim, industri kreatif hingga energi.

Namun demikian masih ada tantangan yang masih harus dilakukan, di antaranya melakukan pembenahan terhadap 400 SMK yang masih berstatus tak layak, baik dari segi infrastuktur, jumlah siswa, dan kegiatan pembelajaran.

Mendikbud Muhadjir Effendy tetap optimis program Revitalisasi SMK telah berada di jalur yang tepat. Hal ini ditunjukan angka pengangguran lulusan SMK terus menurun, yakni 9,84 persen (2016); 9,27 persen (2017); dan 8,92 persen (2018).

"Artinya, setiap tahun rasio antara keterserapan lulusan SMK ke industri dengan angkatan kerja nasional selalu menunjukkan data positif," ujar Mendikbud dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Jakarta (8/11/2018).

Mengubah "DNA Kurikulum" SMK

Untuk itu, Ananto Kusumo melanjutkan, "SMK perlu mengubah mindset kurikulum lampau karena pendidikan yang menentukan masa depan adalah pendidikan vokasi. Ijazah SMK jangan hanya mencerminkan nilai namun harus diarahkan pada sertifikasi komtensi. Bukan berapa nilai siswa tapi siswa bisa apa."

Ananto menambahkan, DUDI (Dunia Usaha, Dunia Industri) harus menjadi patner SMK dalam penyusunan kurikulum. Hal ini bertujuan mengejar keselarasan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan siswa vokasi.

Tahun 2019 diharapkan setidaknya akan ada 2.600 SMK terkoneksi dengan 700 mitra industri yang akan melakukan pembinaan. Dengan adanya keselarasan ini diharapkan tidak ada lagi lulusan SMK yang menganggur.

"Diharapkan nantinya dunia industri tidak lagi ragu menerima lulusan SMK karena kompetensi lulusannya sudah sesuai dengan yang dibutuhkan industri," harap Ananto.

Lulusan 'Hybrid' Teknologi

Astra Internasional dan Kemendikbud menggelar acara bertajuk Apresiasi SMK Link and Match Industri Unggulan dan Kompeten di SMK Negeri 26, Jakarta (6/11/2018).Dok. Kompas.com Astra Internasional dan Kemendikbud menggelar acara bertajuk Apresiasi SMK Link and Match Industri Unggulan dan Kompeten di SMK Negeri 26, Jakarta (6/11/2018).

Lebih jauh Ananto menyampaikan kurikulum SMK diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang 'sekadar' mampu bisa menggunakan teknologi. Kurikulum dan pembelajaran SMK diharapkan mampu melahirkan lulusan 'hybrid' yang mampu menguasai teknologi namun sekaligus memiliki karakter.

"Kurikulum SMK juga harus mengembankan soft skill atau human skill seperti kemampuan berempati, kreatif, kritis, memiliki kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi. Lulusan hybrid ini akan menjadi perpaduan unggul yang mampu menguasai teknologi dan juga memiliki karakter," ujarnya.

Dalam acara tersebut, Kemendikbud dan Astra Internasional memberikan penghargaan dan apresiasi kepada 6 SMK terpilih. "SMK menjadi patner Astra dalam memajukan pendidikan sebagai salah satu kunci keunggulan persaingan global," ungkap Diah S. Febrianti dari Astra Internasional.

Acara apresiasi link and match ini diikuti oleh 135 SMK yang mengirimkan lebih dari 178 proposal program. Terpilih SMK Tunas Harapan Pati untuk kategori otomotif dan SMKN 1 Grati untuk kategori non otomotif Astra.

Selain total hadiah Rp 90 juta dari Astra Internasional, masing-masing finalis memperoleh biaya pengembangan SMK senilai Rp 150 juta dari Kemendikbud yang dapat digunakan pada tahun pengajaran 2019.  


Terkini Lainnya

Kamis Malam Ini, KPU Gelar Pertemuan Bersama Parpol Bahas DPT

Kamis Malam Ini, KPU Gelar Pertemuan Bersama Parpol Bahas DPT

Nasional
13 Desember 1957, Deklarasi Juanda Jadi Titik Balik Kelautan Indonesia

13 Desember 1957, Deklarasi Juanda Jadi Titik Balik Kelautan Indonesia

Nasional
BP Batam Diisukan Dibubarkan, Pekerjanya Tetap Tenang hingga Bantahan Menko Darmin

BP Batam Diisukan Dibubarkan, Pekerjanya Tetap Tenang hingga Bantahan Menko Darmin

Regional
Jelang Berakhirnya Pemutihan Pajak, Antrean Panjang Terjadi di Kantor Samsat Jaksel

Jelang Berakhirnya Pemutihan Pajak, Antrean Panjang Terjadi di Kantor Samsat Jaksel

Megapolitan
Jakarta Satu, Upaya Pemprov DKI Jakarta Cegah Korupsi

Jakarta Satu, Upaya Pemprov DKI Jakarta Cegah Korupsi

Megapolitan
Kubu Prabowo Yakin Menangkan Pilpres jika Kuasai Jawa Tengah

Kubu Prabowo Yakin Menangkan Pilpres jika Kuasai Jawa Tengah

Nasional
Pengeroyokan Anggota TNI yang Berakhir Kericuhan di Polsek Ciracas...

Pengeroyokan Anggota TNI yang Berakhir Kericuhan di Polsek Ciracas...

Megapolitan
Untuk Bangun Rumahnya yang Terbakar, Pria Ini Bobol Lab Komputer Sekolah di 3 Kota

Untuk Bangun Rumahnya yang Terbakar, Pria Ini Bobol Lab Komputer Sekolah di 3 Kota

Regional
Polri Tegaskan Tangani Pelaku Perusakan Polsek Ciracas secara Profesional

Polri Tegaskan Tangani Pelaku Perusakan Polsek Ciracas secara Profesional

Nasional
Tiga Truk APK Dibongkar Bawaslu Siantar, Golkar Protes

Tiga Truk APK Dibongkar Bawaslu Siantar, Golkar Protes

Regional
Sudirman Said Sebut Prabowo Punya Basis Kultural di Jawa Tengah

Sudirman Said Sebut Prabowo Punya Basis Kultural di Jawa Tengah

Nasional
Wakil Ketua KPK: Korupsi Bupati Cianjur Sangat Mengecewakan

Wakil Ketua KPK: Korupsi Bupati Cianjur Sangat Mengecewakan

Nasional
DPP PAN Minta DPW Sumsel Beri Sanksi Kader yang Dukung Jokowi

DPP PAN Minta DPW Sumsel Beri Sanksi Kader yang Dukung Jokowi

Nasional
5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Wajah Tertutup Plastik hingga Keluarga Tolak Autopsi

5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Wajah Tertutup Plastik hingga Keluarga Tolak Autopsi

Regional
Pemerintah Tambah Pasokan BBM di Pintu Tol dan Daerah Tujuan Wisata

Pemerintah Tambah Pasokan BBM di Pintu Tol dan Daerah Tujuan Wisata

Regional

Close Ads X