Kompas.com - 20/12/2018, 11:03 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, (18/12/2018). Dok. KemendikbudMendikbud Muhadjir Effendy saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, (18/12/2018).

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari berlokasi di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (18/12/2018).

Museum ini diharapkan menjadi tempat rujukan informasi mengenai perkembangan Islam di Indonesia sekaligus menjadi media pendidikan karakter.

"Kita diingatkan bahwa Islam masuk ke Nusantara dengan proses yang sangat damai. Islam berkembang di Indonesia dengan dialog, dengan menggunakan media budaya lokal, seperti syair, wayang, gurindam, kasidah, dan lainnya," ujar Presiden dalam sambutan.

Tidak hanya memamerkan koleksi

Presiden mengingatkan bahwa aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan antarumat, antarsuku, dan antarkelompok masyarakat. "Maka, marilah kita jaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniah," pesan Presiden.

Baca juga: Diresmikan Jokowi, Begini Profil Museum Islam Indonesia di Tebuireng

Dilansir dari Biro Humas Kemendikbud, Museum Islam Indonesia yang mulai dibangun 2014 ini tidak hanya memamerkan koleksi berupa artefak, manuskrip, dan arsip sejarah persebaran Islam di Indonesia, tetapi juga diharapkan menjadi ruang publik untuk berdialog, dan merawat kebhinnekaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Museum Islam Indonesia tidak hanya memamerkan koleksi berupa artefak dan peninggalan sejarah Islam di Indonesia saja. Namun, juga menjadi pusat ilmu dan tempat belajar masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Muhadjir, tradisi pendidikan karakter di pesantren yang sangat khas akan memberi corak tersendiri dalam pengembangan museum.

Bekerjasama dengan pondok pesantren

Ia berharap semakin banyak masyarakat dapat memahami pesan dan meneladani nilai-nilai luhur yang tersembunyi di balik koleksi museum. "Yang penting itu adalah apa yang ada di balik artefak-artefak itu," ujarnya.

Mendikbud menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen penuh untuk pengembangan koleksi dan tata kelola museum bertemakan sejarah Islam terbesar di Indonesia saat ini.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid, penambahan dan sirkulasi koleksi akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai museum, dan lembaga seperti pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.